digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mustika Sausan
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Variabilitas spasial dan temporal nutrien serta biomassa fitoplankton di Laut Jawa dipengaruhi oleh interaksi proses oseanografi, dinamika monsun, dan masukan nutrien dari daratan. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial dan temporal nitrat, fosfat, dan biomassa fitoplankton yang direpresentasikan oleh klorofil-a, mengidentifikasi mode variabilitas dominan menggunakan metode Empirical Orthogonal Function (EOF), serta menganalisis hubungan nutrien dengan klorofil-a selama periode 2015–2024. Data model biogeokimia bulanan Copernicus Marine Service dianalisis menggunakan distribusi spasial-temporal, EOF, dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa nitrat tertinggi ditemukan di pesisir timur Sumatra, fosfat di perairan Banten, sedangkan klorofil-a cenderung tinggi di pesisir timur Sumatra dan pesisir selatan Kalimantan. Secara musiman, nitrat, fosfat, dan klorofil-a mencapai konsentrasi tertinggi masing-masing pada MAM, JJA, dan DJF. Analisis EOF menunjukkan bahwa mode pertama merupakan mode dominan dengan kontribusi variansi sebesar 46,62% untuk nitrat, 45,84% untuk fosfat, dan 36,63% untuk klorofil-a. PC1 menunjukkan variabilitas musiman yang berkaitan dengan sistem monsun, sedangkan PC2 menunjukkan variasi antar- tahunan yang berkaitan dengan beberapa periode El Niño dan IOD positif. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan nitrat–klorofil-a secara keseluruhan sebesar r = 0,248 dan fosfat–klorofil-a sebesar r = 0,370. Secara spasial, fosfat menunjukkan hubungan positif sedang dengan klorofil-a di Pesisir Utara Jawa (r = 0,643), sedangkan nitrat menunjukkan hubungan positif lemah di Pesisir Kalimantan (r = 0,468). Di Laut Jawa lepas, nitrat menunjukkan hubungan negatif lemah (r = ?0,388), sementara di Pesisir Timur Sumatra kedua nutrien menunjukkan hubungan yang sangat lemah dengan klorofil-a. Validasi menunjukkan adanya perbedaan nilai absolut antara data model dan data in-situ.