Keputusan investasi pada sistem fotovoltaik terapung yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (FPV-BESS) di void pascatambang memiliki ketidakpastian majemuk, mencakup variabilitas hasil energi, perkembangan tarif listrik, dan arah perkembangan biaya teknologi. Analisis arus kas terdiskonto (DCF) yang bersifat deterministik tidak dapat menggambarkan nilai strategis dari fleksibilitas manajerial dalam investasi tersebut. Studi ini mengembangkan kerangka penilaian opsi riil (ROV) untuk proyek FPV berkapasitas 9,9 MWp yang terintegrasi dengan BESS berkapasitas 36,4 MWh di void bekas tambang batu bara di Kalimantan Utara, Indonesia. Simulasi Monte Carlo dengan 10.000 percobaan digunakan untuk mendapatkan distribusi nilai proyek dan mengkalibrasi volatilitas (?), menghasilkan nilai ? sebesar 11,05% untuk penilaian latis binomial. Dua opsi manajerial dikuantifikasi: opsi gaya Amerika untuk menunda investasi, yang dinilai sebesar USD 2,29 juta, dan opsi gaya Eropa untuk ekspansi kapasitas menjadi 20 MWp pada tahun ke-6, yang dinilai sebesar USD 0,79 juta. Nilai Sekarang Bersih yang Diperluas (ENPV) yang dihasilkan sebesar USD 3,08 juta melampaui NPV kasus dasar deterministik yang bernilai nol, sehingga membuktikan bahwa fleksibilitas memberikan nilai ekonomis yang signifikan dibandingkan dengan DCF statis. Temuan ini menegaskan pentingnya memasukkan analisis opsi riil dalam penilaian investasi FPV-BESS, khususnya untuk proyek energi terbarukan berbasis kontrak dengan skema behind-the-meter di negara berkembang.
Studi ini menyajikan penerapan baru Penilaian Opsi Riil (ROV) pada sistem fotovoltaik apung yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai (FPV-BESS) dan merupakan penerapan ROV pertama untuk studi FPV-BESS di Indonesia. Kebaruan ini menjawab kesenjangan dalam literatur yang ada, yang sebagian besar berfokus pada analisis investasi PV saja, FPV saja, atau penyimpanan energi secara independen. Studi ini mengintegrasikan keterkaitan antara FPV dan BESS di bawah ketidakpastian operasional dan pasar, sehingga memungkinkan fleksibilitas manajerial untuk dievaluasi dalam kerangka yang terpadu.
Perpustakaan Digital ITB