digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bangunan bersejarah yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi tentunya dapat dijadikan ikon yang merepresentasikan suatu tempat atau wilayah tersebut. Gedung Aula Barat Institut Teknologi Bandung pada contohnya merupakan suatu ikon historis yang dimiliki oleh ITB yang harus dilestarikan keberadaannya. Untuk itu, melakukan pengarsipan merupakan suatu solusi agar ikon tersebut dapat tetap dilestarikan. Salah satu cara untuk pengarsipan gedung bersejarah adalah dengan cara pemodelan tiga dimensi. Pemodelan tiga dimensi untuk pendokumentasian dan pengarsipan suatu bangunan bersejarah pada umumnya menggunakan teknik pemodelan terbalik (reverse modelling). Terrestrial Laser Scanner merupakan salah satu solusi untuk pemodelan terbalik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, melaksanakan pengambilan data, mengolah data TLS dan membuat model tiga dimensinya. Metode yang digunakan untuk pengambilan data adalah pemindaian dengan menggunakan TLS. Metode untuk pengolahan data yang dipakai meliputi proses registrasi dan filtering. Sedangkan pada proses pembuatan model tiga dimensi meliput meshing, hole filling dan surfacing. Pada model tiga dimensi didapatkan total point cloud hasil registrasi sebanyak 609.093.193 titik dengan nilai rata-rata galat registrasi sebesar 3 mm, sedangkan total derau yang didapat sebanyak 35.06%. Nilai galat disebabkan karena pengaruh proses pendataran nivo pada laser scanner dan target yang digunakan. Hal ini disebabkan karena posisi nivo pada proses pendataran laser scanner dan target berbeda tiap station-nya. Hasil perbandingan antara model tiga dimensi yang dihasilkan dan objek sesungguhnya menunjukan perbedaan jarak rata-rata 8 mm.