Bangunan bersejarah yang memiliki nilai historis yang sangat tinggi tentunya dapat
dijadikan ikon yang merepresentasikan suatu tempat atau wilayah tersebut. Gedung
Aula Barat Institut Teknologi Bandung pada contohnya merupakan suatu ikon historis
yang dimiliki oleh ITB yang harus dilestarikan keberadaannya. Untuk itu, melakukan
pengarsipan merupakan suatu solusi agar ikon tersebut dapat tetap dilestarikan. Salah
satu cara untuk pengarsipan gedung bersejarah adalah dengan cara pemodelan tiga
dimensi. Pemodelan tiga dimensi untuk pendokumentasian dan pengarsipan suatu
bangunan bersejarah pada umumnya menggunakan teknik pemodelan terbalik (reverse
modelling). Terrestrial Laser Scanner merupakan salah satu solusi untuk pemodelan
terbalik.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, melaksanakan
pengambilan data, mengolah data TLS dan membuat model tiga dimensinya. Metode
yang digunakan untuk pengambilan data adalah pemindaian dengan menggunakan
TLS. Metode untuk pengolahan data yang dipakai meliputi proses registrasi dan
filtering. Sedangkan pada proses pembuatan model tiga dimensi meliput meshing, hole
filling dan surfacing. Pada model tiga dimensi didapatkan total point cloud hasil
registrasi sebanyak 609.093.193 titik dengan nilai rata-rata galat registrasi sebesar 3
mm, sedangkan total derau yang didapat sebanyak 35.06%. Nilai galat disebabkan
karena pengaruh proses pendataran nivo pada laser scanner dan target yang
digunakan. Hal ini disebabkan karena posisi nivo pada proses pendataran laser scanner
dan target berbeda tiap station-nya. Hasil perbandingan antara model tiga dimensi
yang dihasilkan dan objek sesungguhnya menunjukan perbedaan jarak rata-rata 8 mm.
Perpustakaan Digital ITB