PT X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri furnitur. Salah satu produk yang dihasilkan perusahaan ini adalah kursi multi. Kursi multi merupakan produk yang memiliki jenis terbanyak dan jumlah permintaan menengah dengan tipe produksi job shop.
Berdasarkan data produksi pada bulan Februari dan Maret tahun 2017, diketahui bahwa konstruksi bending PT X tidak mampu melakukan proses produksi kursi multi sesuai dengan rencana sehingga target produksi harian tidak tercapai. Persentase frekuensi tidak tercapainya target produksi harian pada bulan Februari adalah 74% dan pada bulan Maret adalah 56% dengan jumlah kekurangan berturut-turut sebesar 17331 dan 13393 unit. Ketidakmampuan konstruksi bending dalam menerapkan rencana produksi dipengaruhi oleh lamanya waktu pengerjaan komponen rangka. Pengerjaan komponen terdiri dari waktu setup dan operasi. Adapun perbandingan waktu setup dan operasi adalah 22:78. Sehingga kedua komponen waktu ini harus dipertimbangkan.
Penyebab tingginya ketidaktercapaian target produksi harian adalah tidak adanya model penjadwalan. Saat ini, proses produksi hanya dilakukan berdasarkan ketersediaan mesin dan material yang dikirim dari gudang. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan model penjadwalan produksi dengan mempertimbangkan waktu setup yang dapat meminimasi makespan kursi multi pada konstruksi bending. Model yang diusulkan adalah lot-detached setup. Model ini merupakan teknik pembagian sebuah pekerjaan menjadi lot yang lebih kecil (sublot) sehingga pengerjaan sublot pada operasi yang berbeda dapat dilakukan secara bersamaan. Model ini juga memungkinkan untuk melakukan setup pada operasi tertentu sebelum sublot dari operasi sebelumnya selesai dikerjakan. Akibatnya ketika sublot dari operasi sebelumnya telah selesai dikerjakan maka pemindahan dan proses pada mesin berikutnya dapat segera dilakukan.
Pengujian model penjadwalan usulan dengan menggunakan 2 set data historis yaitu data pada tanggal 2 Februari 2017 dan 24 Maret 2017 menghasilkan pengurangan makespan berturut-turut sebesar 19,62% dan 20,71%. Nilai makespan yang dihasilkan adalah 23832 detik untuk set data historis 1 dan 23698 detik untuk set data historis 2. Hal ini menunjukkan bahwa penjadwalan dengan model usulan lebih baik daripada model historis.
Perpustakaan Digital ITB