digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak Kimmy Sarah Lunggana
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

Cover Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 1 Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 2 Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 3 Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 4 Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 5 Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Pustaka Kimmy Sarah Lunggana
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Ketersediaan sawi hijau (Brassica juncea L.) berbanding terbalik dengan konsumsinya yang tinggi. Salah satu penyebab penurunan ketersediaan ini adalah degradasi tanah akibat pemakaian pupuk anorganik yang berlebih. Pengunaan pupuk kasgot pelet diharapkan dapat menjadi pembenah tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse di Kampus ITB Jatinangor pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor perlakuan 5 jenis pupuk yaitu : pupuk NPK mutiara, pupuk kasgot pelet, pupuk kasgot curah, pupuk NPK + pupuk kasgot pelet, dan pupuk NPK + pupuk kasgot curah dengan 4 kali pengulangan.. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik secara nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan pupuk anorganik (NPK). Efektivitas pemberian pupuk organik kasgot terhadap pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut pupuk kasgot curah > pupuk kasgot pelet > NPK + kasgot curah > NPK + kasgot pelet > pupuk NPK. Meski efektivitas pupuk pelet kasgot lebih rendah dibandingkan kasgot curah, namun pupuk ini dapat direkomendasikan karena menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang optimum pada tanaman sawi