Diabetes nefropati merupakan komplikasi diabetes melitus yang ditandai dengan gangguan fungsi
ginjal progresif dan berkaitan erat dengan peningkatan fibrosis ginjal. Salah satu mediator utama
dalam proses fibrosis tersebut adalah transforming growth factor-beta 1 (TGF-?1). Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas plasmid CRISPR-Cas9 bertarget gen TGF-?1 dengan sistem
penghantaran liposom secara in vivo pada model mencit diabetes nefropati. Penelitian dilakukan
menggunakan mencit jantan Balb-C yang diinduksi streptozotocin (STZ) dosis 40 mg/kg BB secara
intraperitoneal selama lima hari berturut-turut. Liposom plasmid CRISPR-Cas9 dibuat dengan
metode hidrasi lapisan tipis dan dievaluasi berdasarkan ukuran partikel, indeks polidispersitas,
zeta potensial, dan efisiensi enkapsulasi. Uji aktivitas dilakukan pada lima kelompok, yaitu kontrol
negatif, kontrol positif, liposom blanko, liposom plasmid dosis 90 µg/kg BB, dan liposom plasmid
dosis 180 µg/kg BB. Parameter yang diamati meliputi kadar gula darah, urinalisis, kadar TGF-?1
urin menggunakan metode ELISA, dan pemeriksaan histopatologi ginjal. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa induksi STZ berhasil membentuk model diabetes nefropati yang ditandai
dengan peningkatan kadar gula darah, glukosuria, proteinuria, dan kadar TGF-?1 urin. Liposom
plasmid CRISPR-Cas9 memiliki karakteristik fisik yang sesuai sebagai sistem penghantaran non-
viral, dengan ukuran partikel 80-120 nm, zeta potensial >30 mV, dan encapsulation efficiency
>95%. Pemberian liposom plasmid CRISPR-Cas9 menunjukkan kecenderungan penurunan protein
urin dan kadar TGF-?1 urin pada dosis 90 µg/kg BB dan 180 µg/kg BB. Hasil histopatologi ginjal
menunjukkan bahwa liposom plasmid dosis 180 µg/kg BB memberikan penurunan skor inflamasi
paling besar, yaitu dari 2,00 pada kontrol positif menjadi 0,50. Dengan demikian, liposom plasmid
CRISPR-Cas9 bertarget TGF-?1 berpotensi menurunkan mediator profibrotik dan memberikan
efek protektif awal pada ginjal model diabetes nefropati.
Perpustakaan Digital ITB