BAB I Ayoeningsih Dyah Woelandhary [37022007]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II Ayoeningsih Dyah Woelandhary [37022007]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III Ayoeningsih Dyah Woelandhary [37022007]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV Ayoeningsih Dyah Woelandhary [37022007]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V Ayoeningsih Dyah Woelandhary [37022007]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB VI Ayoeningsih Dyah Woelandhary [37022007]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini mengkaji transformasi konsep estetik dan proses kreasi dalam
perkembangan batik di Jakarta dan kaitannya dengan relasi kekuasaan, dengan
studi kasus proses kreasi motif batik Wendy Sibarani pada tahun 2015-2025.
Batik di Jakarta tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya, tetapi berkembang
melalui berbagai pengembangan kreatif dalam konteks kebijakan dan dinamika
sosial perkotaan. Proses kreasi menunjukkan adanya adaptasi visual sebagai
bentuk negosiasi terhadap kebijakan dan regulasi yang berfungsi sebagai
intervensi struktural dalam mengarahkan produksi dan pengembangan visual
motif. Intervensi tersebut direspons oleh perancang melalui strategi adaptasi dan
negosiasi kreatif, sehingga menghasilkan pengembangan motif batik berbasis
konsep urban, yang mengindikasikan terjadinya transformasi pada konsep estetik
batik.
Studi ini bertujuan untuk memahami transformasi konsep estetik batik di Jakarta
melalui studi kasus Batik Marunda, dengan menelaah bagaimana perubahan
sosial, budaya, ekonomi, dan kebijakan memengaruhi proses kreasi serta
mengarahkan perkembangan visual batik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan,
serta analisis visual terhadap karya motif batik rancangan Wendy Sibarani.
Pemilihan sumber data dilakukan secara purposive sampling, dengan penerapan
triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas data. Data primer diperoleh
melalui observasi langsung dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari
kajian literatur, dokumentasi, arsip, dan sumber pendukung lainnya. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan kerangka teori transformasi, teori proses kreasi,
dan teori kekuasaan untuk menelaah keterkaitan antara konteks kebijakan, proses
kreasi, dan perubahan konsep estetik batik di Jakarta.
Hasil penelitian ini membuktikan terjadinya transformasi konsep estetika batik di
Jakarta, dengan studi kasus motif batik rancangan Wendy Sibarani untuk batik
Marunda (2015–2025). Proses kreasi Batik Marunda Jakarta berlangsung dalam
pengaruh kebijakan dan regulasi pemerintah sebagai bentuk intervensi struktural.
Intervensi tersebut direspons oleh perancang melalui adaptasi dan negosiasi
kreatif, yang tercermin pada pengembangan visual motif batik berbasis konsep
urban. Temuan ini menunjukkan bahwa relasi kuasa bekerja secara aktif dalam
proses kreasi, tidak hanya membatasi ruang estetik, tetapi juga mengarahkan
pilihan visual dan narasi motif.
Perpustakaan Digital ITB