digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Andi Naufal Al-Fayyadh [17322047]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Menurunnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap hortikultura serta semakin jauhnya hubungan antara praktik perkebunan dan kehidupan sehari-hari masyarakat urban dan suburban menjadi latar persoalan dalam penelitian ini. Kondisi tersebut dipahami sebagai persoalan sosial dan spasial, di mana proses pengenalan dan pembelajaran sering berlangsung dalam situasi yang terlalu formal dan kurang memberi ruang bagi keterlibatan awal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran interaksi sosial dalam membentuk kesadaran terhadap hortikultura pada konteks pembelajaran non-formal, serta memahami karakter keterlibatan pengguna sebagai dasar perumusan kebutuhan ruang. Pendekatan kualitatif dengan analisis-deskriptif digunakan pada penelitian ini dengan sumber data yang didapat melalui kajian literatur, kuesioner, wawancara, dan studi preseden untuk membaca pola kehadiran, tingkat kenyamanan, serta hambatan interaksi dalam ruang belajar informal. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan terhadap hortikultura cenderung berlangsung secara bertahap, diawali dari kehadiran dan observasi sebelum berkembang menjadi partisipasi yang lebih aktif. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan konsep Learning Hub Hortikultura sebagai pendekatan perancangan ruang yang bersifat terbuka, tidak hierarkis, dan inklusif, yang memungkinkan terjadinya interaksi sosial, kolaborasi, dan akses pengetahuan melalui pengalaman ruang. Hortikultura diposisikan sebagai konteks sosial dan ekologis yang hadir dalam keseharian, bukan semata sebagai objek pembelajaran teknis.