Teknologi calcium looping merupakan salah satu metode penangkapan CO2 yang menjanjikan bagi industri semen, namun kinerja sorben CaO sangat dipengaruhi oleh kondisi operasi yang masih menunjukkan inkonsistensi dalam berbagai penelitian terdahulu. Belum terdapat data yang secara sistematis memetakan sensitivitas relatif antara parameter hidrodinamika dan kinetika makro dalam satu rangkaian eksperimen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kecepatan fluidisasi dan waktu tahan karbonasi terhadap konversi reaksi serta menentukan parameter operasi yang paling dominan dan kombinasi kondisi optimalnya.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan reaktor unggun terfluidisasi pada enam sumber batu kapur Indonesia dengan variasi kecepatan fluidisasi (1, 2, dan 3 kecepatan minimum) dan waktu tahan karbonasi (1, 3, dan 5 menit). Konversi massa dihitung secara gravimetri, sensitivitas dikuantifikasi melalui indeks ternormalisasi, dan validasi dilakukan melalui karakterisasi difraksi sinar-X, mikroskopi elektron, dan spektroskopi dispersi energi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan kecepatan meningkatkan konversi kalsinasi rata-rata dari 42,06% menjadi 73,62% dan konversi karbonasi dari 22,54% menjadi 40,35%. Kecepatan terbukti hampir lima kali lebih dominan daripada waktu tahan, dengan kondisi optimal pada kecepatan tertinggi dan waktu tahan terpendek. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa data kuantitatif pertama mengenai sensitivitas relatif parameter operasi pada material lokal.
Perpustakaan Digital ITB