Kebutuhan Indonesia untuk menurunkan ketergantungan LPG impor sambil
Kebutuhan Indonesia untuk menurunkan ketergantungan terhadap LPG impor
sambil menjaga keterjangkauan energi mendorong pengembangan hilirisasi
batubara menjadi dimetil eter (DME). Namun, penilaian kelayakan sering kali
terfragmentasi karena aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan dibahas secara
terpisah, sehingga menyulitkan pengambilan keputusan secara terintegrasi.
Penelitian ini menyajikan studi pendahuluan yang menggabungkan evaluasi proses
pirolisis–gasifikasi, keekonomian berbasis perusahaan, dan emisi gas rumah kaca
dalam satu kerangka analisis terpadu.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis pengaruh penambahan Fe?O?
terhadap proses pirolisis dan gasifikasi batubara dalam menghasilkan syngas untuk
produksi DME pada lignit dan sub-bituminous; (2) membandingkan keekonomian
relatif dari keempat skenario; dan (3) menilai intensitas emisi gas rumah kaca secara
komprehensif. Metode yang digunakan meliputi eksperimen pirolisis pada rentang
suhu 400–900 °C, pemodelan gasifikasi uap pada 900 °C dengan pendekatan
minimisasi energi Gibbs, serta estimasi sintesis DME melalui rute metanol dua
tahap. Inventaris emisi disusun secara berbasis proses, mencakup CO? langsung,
oksidasi CO, pembakaran CH?, dan konversi slip CH? menjadi CO?e. Analisis
keekonomian menggunakan metode benefit-to-cost ratio (BCR) relative.
Hasil menunjukkan bahwa penambahan Fe?O? secara konsisten meningkatkan
kandungan H? dan CO dalam gas hasil pirolisis, serta memperbesar potensi
pembentukan DME melalui gasifikasi. Yield DME meningkat dari 0,35 menjadi
0,39 kg/kg batubara untuk lignit, dan dari 0,33 menjadi 0,40 kg/kg batubara untuk
sub-bituminous. Penambahan Fe?O? juga memperbaiki keekonomian relatif,
dengan BCR meningkat dari 1,91 menjadi 2,10 untuk lignit, dan dari 1,60 menjadi
1,91 untuk sub-bituminous. Dari sisi lingkungan, nilai emisi menurun pada lignit
dari 3,47 kg CO2eq/ kg DME menjadi 3,11 kg CO2eq/ kg DME setelah
penambahan Fe?O?, dan pada sub-bituminus dari 4,22 kg CO2eq/ kg DME menjadi
3,58 kg CO2eq/ kg DME. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi proses dengan
penambahan Fe?O? mampu meningkatkan performa teknis, ekonomi, dan
lingkungan secara simultan dalam konversi batubara menjadi DME.
Perpustakaan Digital ITB