Meningkatnya ekonomi Indonesia akan seiring dengan meningkatnya permintaan atau konsumsi energi di Indonesia. Maka dari itu diperlukannya penelitian mengenai sumber energi terbarukan salah satunya adalah sumber energi panas laut. Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) menggunakan perbedaan suhu pada permukaan laut dan suhu air laut dalam digunakan untuk membangkitkan energi listrik. OTEC memiliki potensi paling besar pada laut di daerah tropis yang memiliki gradien suhu yang cukup signifikan salah satunya adalah laut Indonesia.
Perbedaan suhu laut tropis di Indonesia yang cukup signifikan yaitu air laut permukaan berada pada temperatur 28oC – 30oC dan air laut dalam pada temperatur 6oC - 8oC di kedalaman 300 -700 meter menjadi keuntungan tersendiri untuk pengaplikasian OTEC di Indonesia. Penelitian yang telah dilakukan dari tahun 1970 sampai dengan saat ini lebih menitik beratkan kepada efisiensi mesin. Maka dari itu dalam studi ini akan dibahas mengenai pengaruh aliran fluida dan pengaruh elevasi muka laut kepada daya listrik yang dihasilkan.
Dalam studi ini akan dianalisa potensi teoritis daya pembangkit listrik tenaga panas laut di Majaan, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori dasar termodinamika, mekanika fluida, serta pengaruh dari pasang surut air laut. Parameter yang diperhitungkan adalah perbedaan suhu, diameter pipa air laut, kecepatan air laut dalam pipa, dan elevasi muka air laut. Hasil analisa dari studi yang dilakukan akan dapat mengetahui potensi teoritis daya pembangkit listrik energi panas laut di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.
Perpustakaan Digital ITB