BAB 1 Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Paquita Gavrila Putri Wijaya
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Batubara Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda pada setiap cekungan
sehingga dapat menunjukkan perilaku termal yang berbeda selama pirolisis.
Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik pirolisis dua sampel batubara
dari cekungan berbeda serta mengaitkannya dengan karakteristik dan peringkat
batubara. Sampel BB-01 berasal dari Formasi Sinamar, Cekungan Sumatera
Selatan, sedangkan BB-02 berasal dari Formasi Batu Ayau, Cekungan Kutai Atas.
Karakterisasi sampel meliputi analisis proksimat, nilai kalori, petrografi, dan
Crucible Swelling Number (CSN). Pengujian TGA dilakukan pada laju pemanasan
15 °C/menit dalam atmosfer nitrogen hingga 900 °C. BB-01 memiliki moisture
26,62%, volatile matter 31,36%, fixed carbon 33,19%, nilai kalori 4.725 kkal/kg,
dan tergolong subbituminous C coal. Sementara itu, BB-02 memiliki moisture
1,60%, volatile matter 27,50%, fixed carbon 56,20%, nilai kalori 7.071 kkal/kg,
nilai CSN 9, dan tergolong high volatile A bituminous coal. Hasil TGA
menunjukkan BB-01 mengalami kehilangan massa lebih besar dan mencapai laju
kehilangan massa maksimum pada temperatur lebih rendah, yaitu 433,70 °C,
sedangkan BB-02 pada 491,56 °C. BB-01 lebih reaktif selama pirolisis, sedangkan
BB-02 lebih stabil secara termal dan menghasilkan residu padat lebih besar.
Perpustakaan Digital ITB