digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Rizky Ramadhan Putra
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini membahas pengaruh variasi ketebalan pelapisan Cr?C?–20NiCr dengan metode High Velocity Oxygen Fuel (HVOF) terhadap kekuatan ikatan dan kekerasan lapisan pada substrat baja AISI 1030. Latar belakang penelitian didasari oleh kebutuhan PT Sulzer Indonesia akan data teknis terkait performa lapisan pada restorasi poros, khususnya ketika ketebalan pelapisan melebihi standar praktik optimal perusahaan sebesar 0,25 mm. Variasi ketebalan yang diuji adalah 0,1 mm, 0,25 mm, 0,5 mm, 0,75 mm, dan 1 mm. Proses pelapisan HVOF dilakukan di PT Sulzer Indonesia, sedangkan pengujian dan karakterisasi dilakukan di Laboratorium Teknik Material ITB. Karakterisasi awal meliputi pengujian kekerasan Rockwell dan komposisi kimia pada baja AISI 1030, serta analisis morfologi dan komposisi serbuk Cr?C?–20NiCr menggunakan SEM-EDS. Pengujian sifat mekanik mencakup uji kekuatan ikatan (ASTM C633) dan kekerasan mikro (ASTM E384), sedangkan karakterisasi lapisan dilakukan dengan mikroskop optik dan SEM-EDS. Hasil menunjukkan bahwa seluruh spesimen mengalami kegagalan pada perekat epoksi, sehingga nilai kekuatan ikatan yang diperoleh merepresentasikan batas minimum (>53,31 MPa) dan bukan kekuatan aktual lapisan. Nilai kekerasan tertinggi dicapai pada ketebalan 0,5 mm (919,88 HV), yang dikaitkan dengan distribusi partikel Cr?C? yang homogen (63,66%) dan porositas terendah (1,075%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketebalan 0,5 mm memberikan kombinasi optimal antara kekerasan tinggi, distribusi partikel merata, dan porositas rendah, serta memberikan data awal untuk evaluasi restorasi poros dengan ketebalan di atas standar industri.