digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Didrie Mazaya Ridwan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Dental pulp stem cells (DPSC) merupakan salah satu sumber mesenchymal stem cells (MSC) yang memiliki potensi untuk terapi sel karena sifat imunomodulasinya, termasuk kemampuan menginduksi respons proinflamasi. Dalam penerapannya untuk aplikasi terapi sel, DPSC akan terpapar hormon seks yang beredar dalam tubuh pasien, namun pengaruh hormon tersebut terhadap kemampuan proinflamasi dan kecenderungan diferensiasi DPSC belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh 17?-estradiol (E2) dan dihidrotestosteron (DHT) pada konsentrasi 0,1 nM dan 10 nM terhadap ekspresi gen DLX3, RUNX2, DSPP, dan TNF pada female human DPSC (fhDPSCs) pada titik waktu pengamatan 1 jam, 24 jam, dan 7 hari. Sampel fhDPSC dikonfirmasi dapat mengekspresikan surface marker MSC melalui immunocytochemistry marker CD73, CD90, dan CD105. Sel kemudian diberi perlakuan kontrol, kontrol vehicle (DMSO, dimetil sulfoksida), DHT 0,1 nM, DHT 10 nM, E2 0,1 nM, dan E2 10 nM menggunakan media komplit Dulbecco’s Modified Eagle Medium (DMEM). Fetal bovine serum (FBS) digantikan dengan FBS charcoal stripped untuk mengurangi pengaruh hormon steroid maupun molekul lipofilik dalam FBS. Ekspresi gen dari fhDPSC dianalisis menggunakan quantitative polymerase chain reaction (qPCR) setelah isolasi RNA dan sintesis cDNA pada titik waktu pengamatan 1 jam, 24 jam, dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan E2 pada konsentrasi 0,1 nM dan 10 nM cenderung meningkatkan ekspresi gen relatif DSPP terhadap kelompok kontrol. Kelompok E2 0,1 nM juga meningkatkan ekspresi TNF pada titik waktu pengamatan yang sama dengan peningkatan DSPP, yang diduga mendukung diferensiasi melalui jalur pensinyalan NF-?B. Sementara itu, E2 10 nM meningkatkan ekspresi ketiga gen marker diferensiasi, yaitu DLX3, RUNX2, dan DSPP, pada 24 jam, menunjukkan bahwa konsentrasi E2 yang lebih tinggi dapat mengaktivasi gen dalam waktu yang lebih singkat namun ekspresi gen menurun pada hari ke-7 yang diduga disebabkan fenomena hormesis, di mana konsentrasi tinggi dari paparan zat akan menghambat kinerja sel. Kelompok DHT 0,1 nM menghambat ekspresi gen DSPP dan menyebabkan akumulasi ekspresi RUNX2 pada 24 jam, sedangkan DHT 10 nM memberikan pengaruh pada hari ke-7 dengan meningkatnya ekspresi gen DLX3 dan TNF melalui jalur persinyalan BMP. Secara keseluruhan, E2 pada konsentrasi rendah maupun tinggi meningkatkan kecenderungan fhDPSC untuk mengekspresikan gen yang berkaitan dengan diferensiasi menjadi odontoblas, dengan konsentrasi tinggi menghasilkan respons yang lebih cepat. E2 dengan konsentrasi rendah juga meningkatkan ekspresi TNF, yang berpotensi mendukung ekspresi DSPP. Sebaliknya, DHT konsentrasi rendah menghambat ekspresi DSPP dan menyebabkan akumulasi mRNA RUNX2, dan DHT konsentrasi tinggi memberikan pengaruh pada fhDPSC pada hari ke-7 dengan meningkatnya ekspresi gen DLX3 dan TNF melalui jalur persinyalan BMP.