COVER Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Ghina Rohaza
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Pesisir barat Pulau Sumatra merupakan wilayah pantai terbuka yang berhadapan
langsung dengan Samudra Hindia sehingga rentan mengalami perubahan garis
pantai akibat pengaruh proses oseanografi dan variabilitas iklim. Penelitian ini
bertujuan mengkaji perubahan garis pantai di pesisir barat Pulau Sumatra serta
menganalisis pengaruh El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terhadap dinamika
perubahan garis pantai selama periode 1993–2023. Analisis dilakukan
menggunakan citra Landsat 5, 7, 8, 9, dan Sentinel-2 yang diekstraksi menggunakan
CoastSat. Perubahan garis pantai dianalisis menggunakan deret waktu, distribusi
berdasarkan fase ENSO, boxplot, wavelet coherence, dan Principal Component
Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di
pesisir barat Pulau Sumatra bersifat dinamis dengan dominasi abrasi dibandingkan
akresi. Berdasarkan distribusi perubahan garis pantai, fase El Niño menunjukkan
kecenderungan abrasi yang lebih dominan, sedangkan fase La Niña cenderung
menunjukkan akresi. Analisis wavelet coherence menunjukkan bahwa pengaruh
ENSO terhadap perubahan garis pantai bersifat periodik pada skala antar-tahunan.
Hasil PCA menunjukkan bahwa ENSO merupakan faktor iklim yang paling
dominan dalam menjelaskan variabilitas perubahan garis pantai dibandingkan
parameter oseanografi lainnya, sedangkan anomali muka air laut (SLA), Dipole
Mode Index (DMI), dan tinggi gelombang signifikan berperan sebagai faktor
pendukung. Secara keseluruhan, perubahan garis pantai di pesisir barat Pulau
Sumatra dipengaruhi oleh kombinasi variabilitas iklim regional dan proses
oseanografi lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam
memahami dinamika pesisir serta mendukung pengelolaan wilayah pantai yang
lebih berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB