Analisis galian dalam umumnya disederhanakan dengan model dua dimensi (2D)
berasumsi plane strain, namun pendekatan ini mengabaikan efek kekangan sudut
(corner effect) sehingga menghasilkan prediksi deformasi dan gaya dalam yang
konservatif. Untuk mengkuantifikasi pengaruh perilaku tiga dimensi tersebut,
digunakan konsep Plane Strain Ratio (PSR) yang diperkenalkan oleh Ou et al.
(1996). Penelitian ini bertujuan memberikan validasi PSR yang lebih komprehensif
pada galian skala kecil berupa terowongan pejalan kaki, dengan meninjau pengaruh
kedalaman galian (????????), kelas situs, dan rasio geometri (B/L) terhadap empat
parameter respons: deformasi lateral dinding, penurunan tanah di belakang dinding,
momen lentur, dan gaya geser. Analisis dilakukan menggunakan PLAXIS 2D dan
PLAXIS 3D dengan model konstitutif Soft Soil dan Hardening Soil, pada variasi
dua kelas situs (SD dan SE), tiga kedalaman galian (7.25 m; 11.5 m; 14.5 m), dan
enam rasio geometri (B/L = 0.1; 0.25; 0.4; 0.5; 0.75; 1.0) dengan lebar galian
konstan B = 9.2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio geometri (B/L)
merupakan parameter paling dominan; pada galian persegi (B/L = 1.0), efek tiga
dimensi sangat signifikan dengan rata-rata efisiensi desain mencapai 91% untuk
deformasi lateral, 78% untuk momen lentur, 76% untuk gaya geser, dan 96% untuk
penurunan tanah. Kedalaman galian dan kelas situs berpengaruh lebih kecil, di
mana tanah lebih kaku (SD) menghasilkan PSR lebih tinggi dibandingkan tanah
lunak (SE). Pola perubahan PSR pada galian skala kecil konsisten dengan temuan
galian skala besar, dan kriteria ????/???????? > 6 (Finno et al., 2007) tetap valid sebagai
batas konservatif untuk memprediksi kondisi mendekati plane strain.
Perpustakaan Digital ITB