ABSTRAK Rifki Nugraha
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Studi mengenai dinamika aliran fluida dalam media berpori memegang peranan
krusial dalam berbagai aplikasi strategis, khususnya dalam upaya peningkatan
perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery / EOR). Mengingat kompleksitas
geometri mikroskopis batuan yang menyulitkan prediksi analitik, penelitian ini
mengimplementasikan simulasi komputasi numerik Lattice Boltzmann Method
(LBM) model kisi 2D (D2Q9) dengan pendekatan operator tumbukan Bhatnagar-
Gross-Krook (BGK). Kode simulasi aliran fasa tunggal inkompresibel
dikembangkan secara mandiri (in-house code) menggunakan bahasa pemrograman
Julia. Geometri media berpori direkayasa secara sistematis melalui variasi rasio
jari-jari leher pori terhadap badan pori (rt/rp) sebesar 1/6, 1/3, dan 1/2, variasi
bilangan koordinasi (CN=4 dan 8), serta eskalasi momentum inersia dari Bilangan
Reynolds (Re) 6.0 hingga 45.0 untuk mengisolasi efek geometris dan hidrodinamis
terhadap konduktivitas matriks batuan. Hasil komputasi menunjukkan bahwa
dimensi relatif leher pori (throat) merupakan faktor pembatas utama konduktivitas
hidrolik, di mana pelebaran rasio rt/rp meminimalisasi dominasi gesekan viskos
dinding secara eksponensial selaras dengan prinsip Hagen-Poiseuille. Peningkatan
interkonektivitas matriks melalui penambahan rute pelarian diagonal (CN=8)
terbukti efektif menurunkan derajat tortuositas dan secara visual meredam fluktuasi
termodinamika (pressure recovery) akibat formasi vorteks pada rezim inersia
tinggi. Melalui perumusan regresi Plot Forchheimer Termodifikasi, simulasi
berhasil mengekstraksi properti Permeabilitas Absolut (Kabs ) yang bebas bias
inersia dan memvalidasi keberadaan sinergi topologi yang kuat: penambahan rute
diagonal pada celah sempit (rt/rp = 1/6) hanya memberikan peningkatkan marginal,
namun pada celah terlebar (rt/rp = 1/2), modifikasi ini memicu lonjakan Kabs dari 41,66 LU2 menjadi 119,24 LU2. Hal ini mengonfirmasi bahwa optimasi
permeabilitas tertinggi pada media berpori tidak cukup hanya dengan memperbesar
porositas lokal, melainkan wajib disinergikan dengan peningkatan arsitektur
konektivitas untuk menekan hambatan viskos dan Forchheimer secara simultan.
Perpustakaan Digital ITB