ABSTRAK Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Muhammad Nauval Ar-Ra'uf
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Penyelesaian persamaan Grad-Shafranov dilakukan untuk mensimulasikan reaktor fusi
tokamak dalam keadaan setimbang. Penelitian ini melakukan studi komparatif antara
solver Metode Elemen Batas (Boundary Element Method, BEM) yang dikembangkan
Itagaki [Itagaki et al., 2004] dengan solver Finite Difference Method FreeGSNKE
yang telah tervalidasi, untuk reaktor Fusi MAST-U shot 45292 pada bagian magnetic
confinement. Kriteria profil arus toroidal yang digunakan berupa Solov’ev, Nath, dan
Luxon-Brown. Dari perbandingan hasil tersebut diperoleh code BEM menghasilkan
profil yang nilai maksimumnya berada di ujung. Hal tersebut disebabkan proses penen-
tuan nilai matriks untuk fitting-nya menggunakan fungsi argmin(·). Digunakan metode
lain selain mencocokan (fitting), yaitu menghitung setiap titik tanpa melakukan pen-
cocokan sama sekali. Metode baru ini sukses memetakan profil medan elektromagnet
dan digunakan pada percobaan penentuan konstanta optimum tiap rumus profil arus,
pengaruh tebakan awal, serta perbandingan performa komputasi BEM (Itagaki) dengan
FDM (FreeGSNKE). Rumus Luxon-Brown terbukti lebih relevan dengan nilai konstanta
optimum ?0 = 0,5815 dan ?m = ?n = 1. Dibandingkan BEM, FreeGSNKE lebih akurat
dalam menentukan sumbu magnetik karena memakai metode turunan pada interpolasi
fluks, dan sekitar 1,6× lebih cepat berkat iterasi Newton-Krylov. Penelitian ini mene-
gaskan bahwa keterbatasan code BEM bersumber dari implementasi numeriknya, bukan
dari lokalitas konstanta yang digunakan ataupun tebakan iterasi pertama.
Perpustakaan Digital ITB