Kentang mustopa adalah makanan Indonesia yang terbuat dari kentang yang diparut dan sambal
balado yang diciptakan di Cianjur pada tahun 1956. Pada tahun 2025, keturunan penemu makanan
tersebut mendirikan perusahaan Kentang O’Mustopa yang memproduksi kentang mustopa dan
menjualnya ke toko-toko dan konsumen dengan tujuan menjaga sejarah pembuatannya.
Perusahaan ini mempunyai rencana pertumbuhan yang meliputi peningkatan kapasitas produksi
dan ekspor ke lima negara dengan menargetkan diaspora Indonesia yang tinggal di sana.
Penelitian ini mengkaji kelayakan rencana pertumbuhan tersebut dengan menganalisis data dalam
beberapa tahap, yakni analisis pasar menggunakan SWOT, TOWS, PESTLE, market sizing, dan
marketing mix, analisis kelayakan finansial menggunakan payback period (PP), net present value
(NPV), profitability index (PI), weighted average cost of capital (WACC), dan internal rate of
return (IRR), dan analisis risiko melalui analisis sensitivitas dan manajemen risiko.
Penelitian ini menemukan bahwa rencana pertumbuhan ini hampir layak dari segi finansial.
Discounted PP proyek ini lebih dari lima tahun, tetapi NPV positif pada Rp1.126.043.650,93, dan
PI 1,87 yang menandakan keuntungan. IRR proyek 14%, lebih tinggi daripada WACC. Alasan
utama kelayakan adalah pendapatan penjualan tidak bertumbuh secepat pengeluaran operasional,
dengan analisis sensitivitas yang menunjukkan bahwa perubahan pendapatan yang kecil bisa
menghasilkan perubahan NPV berkali lipat. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada Kentang
O’Mustopa untuk membiayai strategi pemasaran dan membuat produk baru untuk memperbesar
market share.
Kata kunci: Usaha kecil, produksi makanan, kelayakan finansial, penganggaran modal, analisis
sensitivitas
Perpustakaan Digital ITB