digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kentang mustopa adalah makanan Indonesia yang terbuat dari kentang yang diparut dan sambal balado yang diciptakan di Cianjur pada tahun 1956. Pada tahun 2025, keturunan penemu makanan tersebut mendirikan perusahaan Kentang O’Mustopa yang memproduksi kentang mustopa dan menjualnya ke toko-toko dan konsumen dengan tujuan menjaga sejarah pembuatannya. Perusahaan ini mempunyai rencana pertumbuhan yang meliputi peningkatan kapasitas produksi dan ekspor ke lima negara dengan menargetkan diaspora Indonesia yang tinggal di sana. Penelitian ini mengkaji kelayakan rencana pertumbuhan tersebut dengan menganalisis data dalam beberapa tahap, yakni analisis pasar menggunakan SWOT, TOWS, PESTLE, market sizing, dan marketing mix, analisis kelayakan finansial menggunakan payback period (PP), net present value (NPV), profitability index (PI), weighted average cost of capital (WACC), dan internal rate of return (IRR), dan analisis risiko melalui analisis sensitivitas dan manajemen risiko. Penelitian ini menemukan bahwa rencana pertumbuhan ini hampir layak dari segi finansial. Discounted PP proyek ini lebih dari lima tahun, tetapi NPV positif pada Rp1.126.043.650,93, dan PI 1,87 yang menandakan keuntungan. IRR proyek 14%, lebih tinggi daripada WACC. Alasan utama kelayakan adalah pendapatan penjualan tidak bertumbuh secepat pengeluaran operasional, dengan analisis sensitivitas yang menunjukkan bahwa perubahan pendapatan yang kecil bisa menghasilkan perubahan NPV berkali lipat. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada Kentang O’Mustopa untuk membiayai strategi pemasaran dan membuat produk baru untuk memperbesar market share. Kata kunci: Usaha kecil, produksi makanan, kelayakan finansial, penganggaran modal, analisis sensitivitas