Penyelidikan-penyelidikan terdahulu telah menghubungkan bahwa Sesar Lembang adalah sesar normal terjadi setelah letusan besar G. Sunda yang berlangsung pada zaman Kuarter Tua. Kemudian hasil analisis gaya berat dari hasil pengukuran beberapa penampang yang melintas Sesar Lembang, ternyata memberikan suatu interpretasi di bawah permukaan adanya bidang sebagai sesar yang mempunyai kemiringan berlawanan dengan kemiringan gawir morfologi Sesar Lembang yaitu ke arah selatan, ke arah depresi Bandung.
Suatu studi dengan mengimplementasilkan teknologi GPS untuk mengamati aktifitas Sesar Lembang dilakukan pada bulan Juni dan September 2006. Kemudian hasil pengolahan data GPS dua kala dengan software Bernesse 4.2 tersebut belum dapat memberi informasi lebih jauh mengenai karakteristik Sesar Lembang sehingga memang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB