Inflamasi merupakan respons fisiologis tubuh terhadap cedera atau infeksi dan apabila berlangsung
berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis. Penggunaan obat antiinflamasi
nonsteroid (OAINS) dalam jangka panjang masih memiliki keterbatasan akibat efek samping,
sehingga diperlukan alternatif strategi terapi yang mampu meningkatkan efektivitas dan keamanan
terapi. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) berpotensi sebagai agen antiinflamasi berbasis
bahan alam, namun, untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitasnya, diperlukan sistem
penghantaran obat yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem penghantaran
mesoporous silica nanoparticles (MSN) responsif pH yang mengandung fraksi n-heksan ekstrak
etanol umbi Bawang Dayak dan mengevaluasi aktivitas antiinflamasinya pada model edema telapak
kaki tikus yang diinduksi karagenan. MSN disintesis dengan cetakan surfaktan
cetyltrimethylammonium bromide (CTAB) dan silika tetraethyl orthosilicate (TEOS), kemudian
difungsionalisasi dengan (3-aminopropyl) triethoxysilane (APTES) untuk menghasilkan MSN-NH2.
Fraksi umbi Bawang Dayak dimuat dalam MSN-NH2 dengan metode adsorpsi dan dimodifikasi
dengan polimer PEI dan PEI-Imidazol (IP). Karakterisasi MSN dan modifikasinya dilakukan dengan
FTIR, TGA, DLS, BET, TEM, 1H NMR, serta melalui penentuan kapasitas pemuatan dan efisiensi
pemuatan. Aktivitas antiinflamasi dievaluasi melalui pengukuran volume edema telapak kaki tikus
yang diinduksi karagenan selama 5 jam menggunakan pletismometer, perhitungan persentase
inhibisi edema, persentase radang, dan Area Under the Curve (AUC), serta pengukuran kadar
interleukin-6 (IL-6) serum menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Data
dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dengan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sintesis dan modifikasi MSN responsif pH berhasil dilakukan dan enkapsulasi fraksi umbi
Bawang Dayak dalam MSN-NH2 menunjukkan efisiensi pemuatan sebesar 36,257 ± 0,017%.
Pemberian MSN yang mengandung fraksi n-heksan umbi Bawang Dayak mampu menurunkan
%Radang, meningkatkan %inhibisi, menurunkan nilai AUC, dan menurunkan kadar IL-6 serum
dibandingkan dengan kelompok CMC Na 0,5% sebagai kontrol negatif. Dosis 200 mg/kg dan 400
mg/kg menunjukkan aktivitas antiinflamasi terbaik dengan efektivitas yang sebanding dengan
diklofenak Na 20 mg/kg. Dengan demikian, sistem penghantaran MSN responsif pH yang
mengandung fraksi n-heksan umbi Bawang Dayak berpotensi untuk dikembangkan sebagai sistem
penghantaran obat antiinflamasi berbasis bahan alam.
Perpustakaan Digital ITB