digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Inflamasi merupakan respons fisiologis tubuh terhadap cedera atau infeksi dan apabila berlangsung berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam jangka panjang masih memiliki keterbatasan akibat efek samping, sehingga diperlukan alternatif strategi terapi yang mampu meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi. Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) berpotensi sebagai agen antiinflamasi berbasis bahan alam, namun, untuk meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitasnya, diperlukan sistem penghantaran obat yang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem penghantaran mesoporous silica nanoparticles (MSN) responsif pH yang mengandung fraksi n-heksan ekstrak etanol umbi Bawang Dayak dan mengevaluasi aktivitas antiinflamasinya pada model edema telapak kaki tikus yang diinduksi karagenan. MSN disintesis dengan cetakan surfaktan cetyltrimethylammonium bromide (CTAB) dan silika tetraethyl orthosilicate (TEOS), kemudian difungsionalisasi dengan (3-aminopropyl) triethoxysilane (APTES) untuk menghasilkan MSN-NH2. Fraksi umbi Bawang Dayak dimuat dalam MSN-NH2 dengan metode adsorpsi dan dimodifikasi dengan polimer PEI dan PEI-Imidazol (IP). Karakterisasi MSN dan modifikasinya dilakukan dengan FTIR, TGA, DLS, BET, TEM, 1H NMR, serta melalui penentuan kapasitas pemuatan dan efisiensi pemuatan. Aktivitas antiinflamasi dievaluasi melalui pengukuran volume edema telapak kaki tikus yang diinduksi karagenan selama 5 jam menggunakan pletismometer, perhitungan persentase inhibisi edema, persentase radang, dan Area Under the Curve (AUC), serta pengukuran kadar interleukin-6 (IL-6) serum menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dengan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis dan modifikasi MSN responsif pH berhasil dilakukan dan enkapsulasi fraksi umbi Bawang Dayak dalam MSN-NH2 menunjukkan efisiensi pemuatan sebesar 36,257 ± 0,017%. Pemberian MSN yang mengandung fraksi n-heksan umbi Bawang Dayak mampu menurunkan %Radang, meningkatkan %inhibisi, menurunkan nilai AUC, dan menurunkan kadar IL-6 serum dibandingkan dengan kelompok CMC Na 0,5% sebagai kontrol negatif. Dosis 200 mg/kg dan 400 mg/kg menunjukkan aktivitas antiinflamasi terbaik dengan efektivitas yang sebanding dengan diklofenak Na 20 mg/kg. Dengan demikian, sistem penghantaran MSN responsif pH yang mengandung fraksi n-heksan umbi Bawang Dayak berpotensi untuk dikembangkan sebagai sistem penghantaran obat antiinflamasi berbasis bahan alam.