Deteksi garis adalah salah satu kendala fundamental dalam bidang computer vision yang
dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis penerapan. Classical Convolutional Neural
Network (CCNN) dapat mencapai akurasi yang baik dalam proses ekstraksi fitur, namun
pengaplikasiannya pada perangkat tepi (edge devices) memiliki keterbatasan komputasi
yang tinggi dengan kebutuhan memori terbatas. Quantum Convolutional Neural Network
(QCNN) adalah teknologi terbaru yang memiliki potensi menjanjikan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menganalisa perbandingan performa
arsitektur CCNN pada FPGA dengan arsitektur QCNN yang disimulasikan menggunakan
Python (library Qiskit dari IBM). CCNN dan QCNN dilatih menggunakan citra
berdimensi 2×4 piksel (bernilai antara 0 sampai ?/4). Dua piksel bersebelahan yang
bernilai ?/2 bertugas sebagai ’garis’ dan diberi label kelas sesuai posisinya. Rangkaian
quantum atau ansatz dibuat menggunakan library ZFeatureMap dan RealAmplitudes
dari Qiskit. Sedangkan model CCNN dilatih di Kaggle dengan lapisan konvolusi terdiri
dari empat kernel berdimensi 2×2 dan lapisan FCNN dengan konfigurasi (32-12-10).
Model CCNN diimplementasikan pada papan FPGA Xilinx Zynq-7000 PYNQ-Z1
untuk menjalankan proses inferensi dan akselerator systolic kustom berdimensi 4×4
yang dikembangkan dengan aplikasi Vivado. Akurasi model quantum yang didapat
adalah 61,29% dan memerlukan 8 quantum bit untuk seluruh proses penyimpanan
dan kalkulasi. Sedangkan model klasik memiliki akurasi 92,83% dan tiap neuron
memerlukan 32-bit dengan fixed value Q16.16. Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan
algoritme komputasi dengan computational resource yang minimal dan
kecepatan kalkulasi yang lebih cepat.
Perpustakaan Digital ITB