DAFTAR ISI Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Otniel Edwris Butar-Butar
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, memiliki
endapan nikel laterit yang terbentuk di atas kompleks ofiolit tipe suprasubduction
zone berumur Mesozoik (Trias Akhir–Jura Awal) sebagai hasil interaksi tektonik
Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Philippine Sea Plate yang dikontrol oleh
Zona Sesar Sorong. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi geologi daerah
penelitian, mengkarakterisasi endapan nikel laterit beserta faktor-faktor
pengontrolnya, serta menganalisis distribusi spasial dan mekanisme pengayaan
unsur kobalt (Co) di wilayah operasional PT Mineral Alam Abadi.
Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis
petrografi sayatan tipis, analisis geokimia XRF dari 45 titik bor, interpretasi profil
downhole, diagram ternary Al?O?–CaO–MgO dan SiO2–Al?O?–Fe?O?, analisis
boxplot dan korelasi Spearman, analisis Digital Elevation Model (DEM), serta
interpolasi spasial dengan metode Inverse Distance Weighting (IDW).
Daerah penelitian tersusun atas dua satuan batuan ultramafik, yaitu Satuan
Peridotit berupa harzburgit terserpentinisasi lemah hingga kuat yang mendominasi
elevasi 350–700 mdpl, dan Satuan Norit olivin yang hadir sebagai lensa-lensa
kumulat ultramafik pada elevasi rendah di bagian Selatan dan Barat. Profil nikel
laterit terbagi menjadi tiga zona: zona limonit dengan kadar Fe dan Al?O? tinggi
akibat pengayaan residual, zona saprolit dengan peningkatan MgO dan SiO2 ke arah
bawah disertai pengayaan supergene Ni pada mineral serpentin dan garnierit, serta
zona batuan dasar. Berdasarkan diagram ternary Schellmann (1982), tingkat
laterisasi termasuk kategori kuat. Tipe endapan yang berkembang adalah hydrous
Mg-silicate secara konsisten di seluruh blok penelitian, dengan ketebalan profil
paling optimal pada topografi slight hingga intermediet slope (5°–44°). Kadar Ni
tertinggi ditemukan di Blok Timur, yaitu 0,93% pada zona limonit dan 1,51% pada
zona saprolit.
Pengayaan supergene kobalt terjadi maksimum pada zona transisi limonit
bawah hingga saprolit atas, dengan kadar rata-rata 0,12% dan nilai tertinggi 0,194%
pada zona limonit. Pengayaan ini dikendalikan oleh siklus pelindian dan presipitasi
ulang mineral Fe-oksihidroksida, terutama goethit (FeOOH) sebagai mineral host
iii
utama, di bawah kondisi oksidatif yang dikonfirmasi oleh korelasi positif kuat
antara Co dan Fe berdasarkan analisis Spearman. Berbeda dengan Ni yang
terkonsentrasi di Blok Timur, distribusi spasial Co berdasarkan interpolasi IDW
menunjukkan pola yang relatif merata pada zona limonit di ketiga blok, yang
mengindikasikan bahwa pengayaan Co lebih banyak dikontrol oleh kondisi
oksidatif-reduktif selama laterisasi daripada jenis litologi batuan dasar, meskipun
peridotit tetap menghasilkan kadar Co lebih tinggi dibandingkan norit olivin.
Topografi slight hingga intermediet slope merupakan kondisi yang paling
mendukung pengayaan Co, sedangkan topografi flat slope cenderung menghasilkan
lingkungan reduktif yang memicu remobilisasi Co, dan ridge ditandai erosi intensif
yang menipiskan zona akumulasi.
Perpustakaan Digital ITB