digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Muhammad Zaki Richard Wiguna Simatupang
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Muhammad Zaki Richard Wiguna S
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan temperatur operasional pada panel surya akibat radiasi matahari di wilayah tropis dapat menurunkan efisiensi konversi daya listrik secara signifikan. Pulsating Heat Pipe (PHP) merupakan solusi pendinginan pasif yang sangat potensial, namun desain kondensor konvensional yang terlalu panjang berisiko menimbulkan efek bayangan (shading) pada susunan modul fotovoltaik serta membutuhkan biaya fabrikasi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji performa sistem pendingin pasif PHP berbasis pipa kapiler aluminium dengan struktur kondensor kompak yang ekonomis dan andal, serta mengevaluasinya terhadap batas acuan pipa loop lurus konvensional (Variasi Baseline). Metodologi penelitian meliputi perancangan dan fabrikasi tiga variasi struktur kondensor kompak (variasi Koil, Wajik, dan Bentuk-T) serta satu variasi acuan pipa lurus (Variasi Baseline) dengan mempertahankan panjang lintasan pelepasan panas tetap konstan (????????,total?580 mm) serta menerapkan pemipihan langsung pada pipa evaporator. Pengujian eksperimental dilakukan pada sudut kemiringan 10°, rasio pengisian metanol 45%, variasi tekanan awal 30 kPa, 50 kPa, dan 100 kPa, serta variasi daya masukan 30 W, 45 W, dan 60 W. Hasil penelitian menunjukkan inovasi pemipihan pipa berhasil mengeliminasi pelat beralur CNC dan memangkas biaya fabrikasi hingga 91,68% (dari Rp339.550 menjadi Rp28.250 per loop). Pada kondisi pengujian optimal (60 W, 30 kPa), Variasi Baseline mencatatkan resistansi termal bersih (????php,net) terendah rata-rata sebesar 0,050 K/W dengan tinggi vertikal 266 mm. Di antara variasi kompak, variasi Bentuk-T menghasilkan reduksi ketinggian vertikal kondensor terbesar hingga 82,33% (????????=47 mm) serta kinerja termal terbaik dengan resistansi termal bersih (????php,net) yang bisa mencapai 0,122 K/W pada daya 60 W dan tekanan 30 kPa. Selain itu, temperatur inisiasi start-up variasi Bentuk-T tercatat hanya 41,0°C, berada jauh di bawah rata-rata temperatur kerja harian panel surya di Kota Bandung (51,5°C), sehingga terbukti sangat berpotensi diterapkan sebagai pendingin pasif panel surya.