Proyeksi peningkatan produksi dan konsumsi biodiesel di Indonesia pada 2030–2050
mencerminkan peran strategisnya dalam mencapai target emisi nol bersih. Di sisi penawaran,
kebijakan pembangunan infrastruktur dan penerapan campuran B40–B50 mendukung proyeksi
peningkatan produksi biodiesel. Sementara itu, konsumsi biodiesel pada sektor transportasi
terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Namun, biodiesel memiliki kelemahan utama:
nilai kalornya lebih rendah daripada nilai kalor diesel.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kalor Dexlite dan prestasi kerja mesin diesel
yang mengonsumsinya melalui penambahan gelembung mikro dan nano (GMN). Pendekatan
ini didasarkan pada Nakatake et al. (2013) dan Oh et al. (2013) yang melaporkan peningkatan
prestasi kerja mesin diesel dan bensin melalui penambahan GMN. Selain itu, penelitian ini
merupakan salah satu studi awal yang mengoptimasi parameter pembangkitan GMN dalam
Dexlite dan menentukan pengaruh penambahannya terhadap nilai kalor Dexlite.
Berdasarkan penelitian ini, durasi pembangkitan GMN dan kecepatan aliran Dexlite optimal
untuk GMN oksigen adalah 10 menit dan 30 liter per menit, sedangkan untuk GMN hidrogen
adalah 8,73 menit dan 29,95 liter per menit. Penambahan GMN oksigen dan GMN hidrogen
pada parameter pembangkitan optimal meningkatkan nilai kalor Dexlite sebesar 2,74% dan
4,77%. Sementara itu, efisiensi termal mesin diesel yang mengonsumsi Dexlite dengan GMN
menunjukkan peningkatan rata-rata 0,60% dan 4,77% untuk oksigen dan hidrogen secara
berturut-turut. Pengujian prestasi kerja mesin diesel dilakukan tanpa replikasi karena
keterbatasan jumlah sampel sehingga pengaruh pendekatan ini belum dapat dikonfirmasi secara
statistik. Namun, kecenderungan yang diamati menunjukkan potensi pendekatan ini sehingga
layak untuk dikembangkan, khususnya melalui pengendalian gas terlarut dalam bahan bakar.
Perpustakaan Digital ITB