ABSTRAK Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Naufaldo Indra Pratama
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Karakterisasi resistivitas bawah permukaan diperlukan untuk mengidentifikasi
batuan penudung (clay cap) dan reservoir. Penelitian ini bertujuan menghasilkan
model resistivitas 2D sistem panas bumi Gunung Tangkuban Parahu serta
memetakan zona clay cap dan reservoir untuk menganalisis daerah resistivitas
bawah permukaan. Data Controlled-Source Audio-frequency Magnetotellurics
(CSAMT) dari 9 stasiun diinversi menggunakan Inversi Occam 2D berbasis
algoritma Gauss-Newton Conjugate Gradient (GNCG) pada arsitektur QuadTree
mesh, dengan dua skenario model awal: bumi homogen (100 ?m) dan berlapis (80,
20, 150 ?m). Model awal homogen menghasilkan RMS misfit lebih rendah (7,118)
dibandingkan model berlapis (10,632), karena kontras resistivitas pada model
berlapis membatasi ruang pencarian algoritma. Penampang resistivitas 2D berhasil
memetakan empat domain sistem geotermal secara berkesinambungan: batuan
dasar resistif (>300 ?m), batuan penudung konduktif berstruktur kubah (1–10 ?m)
di dekat Kawah Domas dan Kawah Ratu, zona transisi/upflow (10–50 ?m), serta
zona reservoir (50–300 ?m). Anomali konduktif di sisi barat lintasan teridentifikasi
dengan Sesar Lembang sehingga lebih sesuai sebagai target sumur reinjeksi,
sedangkan sektor tengah menjadi target prioritas reservoir. Strategi inversi dengan
model awal homogen terbukti lebih efektif mendelineasi struktur sistem panas bumi
di daerah penelitian, meskipun validasi lanjutan tetap direkomendasikan.
Perpustakaan Digital ITB