Indonesia merupakan salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Berdasarkan data Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pada tahun 2025 luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 16,8 juta hektar dengan produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 224,61 juta ton, yang menghasilkan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebesar 51,66 juta ton dan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sekitar 85,35 juta ton. Jumlah limbah TKKS yang sangat besar berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan serat TKKS sebagai bahan baku benang tekstil melalui optimasi proses alkalisasi serat, pembentukan benang, dan penganjian. Proses alkalisasi dilakukan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) dalam dua tahap, yaitu variasi konsentrasi NaOH sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 17,5%, 20%, dan 25% untuk menentukan konsentrasi optimum, kemudian dilanjutkan dengan variasi waktu alkalisasi selama 0,5, 1, 1,5, dan 2 jam pada konsentrasi terbaik untuk memperoleh serat dengan sifat mekanik optimum. Serat hasil perlakuan terbaik selanjutnya diproses menjadi benang dengan variasi diameter 1 mm dan 2 mm, kemudian dilakukan proses penganjian menggunakan larutan pati dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% untuk meningkatkan ikatan antar serat serta memperbaiki sifat mekanik benang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemanfaatan limbah TKKS menjadi produk tekstil bernilai tambah sekaligus mendukung pengurangan dampak lingkungan akibat akumulasi limbah industri kelapa sawit.
Perpustakaan Digital ITB