ABSTRAK Adi Syahwal Ganda Diputra
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Pulau Sumatra adalah pulau terbesar keenam di dunia dan ketiga di Indonesia
dengan luas 475,807.63 km2. Secara tektonik, Pulau Sumatra memiliki zona
subduksi yang terbentuk akibat interaksi antara lempeng samudera Indo-Asutralia
yang bergerak menunjam ke bawah lempeng benua Eurasia. Selain itu, Pulau
Sumatra memiliki Zona Sesar Sumatra (SFZ) dengan panjang 1900 km yang
melengkung di bagian ujung Selatan dan menjadi pusat rekahan di bagian ujung
Utara. Kedua zona tersebut menjadi sumber utama gempa-gempa besar yang terjadi
di Pulau Sumatra. Pada penelitian ini, Probabilistic Seismic Hazard Analysis
(PSHA) untuk Sesar Sumatra khususnya Segmen Toru dan sekitarnya diestimasi
menggunakan data katalog yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan data
geologi dan geodesi. Perbedaan nilai estimasi fungsi bahaya seismik berdasarkan
data geologi dan geodesi kemudian di fitting dengan data katalog untuk
menghasilkan persentase kalibrasi yang sesuai. Parameter ini kemudian digunakan
untuk mengestimasi fungsi bahaya seismik di Kota Sibolga yang berjarak 48.18 km
untuk rentang magnitudo 4.6 hingga 7.4 selama periode 50 tahun. Hasil penelitian
menunjukkan jika persentase kalibrasi yang merepresentasikan jumlah total energi
yang dilepaskan saat terjadi gempa dari total energi yang diakumulasi pada saat
penguncian sesar hanya sebesar 3% untuk data geodesi dan 4% untuk data geologi.
Selanjutnya, nilai probabilitas yang tinggi teramati di pusat Segmen Toru sesuai
dengan data persebaran episenter gempa berdasarkan data katalog yang diestimasi
menggunakan metode maximum likelihood. Pemahaman terkait sumber dan fungsi
bahaya seismik yang dilakukan pada penelitian ini dapat membantu kita mengenali
sifat fisis fenomena gempa bumi yang terjadi untuk pemantauan risiko dan
penyusunan rencana mitigasi bencana.
Perpustakaan Digital ITB