Pneumonia merupakan penyakit sistem pernapasan dimana alveoli mengalami
peradangan dan terjadi penimbunan cairan. Pneumonia merupakan infeksi serius yang
banyak diderita oleh anak anak dan orang dewasa secara fundamental yang terjadi
diseluruh dunia. Ada banyak bakteri penyebab penyakit pneumonia antara lain seperti
yang digunakan dalam pengujian ini adalah Streptococcus pneumonia, Klebsiella
pneumonia, Streptococcus haemolyticus alpha dan beta. Tanaman yang digunakan dalam
penelitian ini daun nanas kerang, daun dadap ayam, daun bayam duri, herba rumput
mutiara, daun tapak liman, daun patikan kebo, biji pinang dan daun cakar ayam. Metode
mikrodilusi digunakan untuk uji aktivitas antibakterinya. Dari pengujian tersebut terlihat
bahwa yang paling aktif terhadap bakteri pneumonia adalah ekstrak etanol dari daun
patikan kebo dan herba rumput mutiara. Ekstrak etanol kedua tanaman ini di fraksinasi
dengan metode ekstraksi cair-cair. Pengujian fraksi dari kedua tanaman ini menunjukkan
bahwa fraksi yang aktivitas antibakterinya paling aktif adalah fraksi n-heksan dari ekstrak
etanol daun patikan kebo dengan MIC 128 ?g/ml terhadap K pneumonia, 256 ?g/ml
terhadap S haemolyticus alpha, 1024 ?g/ml terhadap S pneumonia dan S haemolyticus
beta.
Hasil penentuan killing time curve terhadap bakteri uji dengan konsentrasi fraksi n?Heksan dari ekstrak etanol daun patikan kebo 1 MIC, 2 MIC, 4 MIC dan 8 MIC
menunjukkan bahwa fraksi n-Heksan ekstrak etanol daun patikan kebo bersifat
bakteriostatik terhadap bakteri S pneumonia, S haemolyticus alpha, S haemolyticus beta
dan K pneumonia. Hasil Scanning Electron Microscope (SEM) memperlihatkan adanya
perubahan morfologi pada permukaan membran sel bakteri, yang menunjukkan bahwa
kemungkinan mekanisme kerja fraksi n-heksan ekstrak etanol daun patikan kebo adalah
dengan merusak membran atau bagian dalam sel bakteri.
Perpustakaan Digital ITB