digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pneumonia merupakan penyakit sistem pernapasan dimana alveoli mengalami peradangan dan terjadi penimbunan cairan. Pneumonia merupakan infeksi serius yang banyak diderita oleh anak anak dan orang dewasa secara fundamental yang terjadi diseluruh dunia. Ada banyak bakteri penyebab penyakit pneumonia antara lain seperti yang digunakan dalam pengujian ini adalah Streptococcus pneumonia, Klebsiella pneumonia, Streptococcus haemolyticus alpha dan beta. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini daun nanas kerang, daun dadap ayam, daun bayam duri, herba rumput mutiara, daun tapak liman, daun patikan kebo, biji pinang dan daun cakar ayam. Metode mikrodilusi digunakan untuk uji aktivitas antibakterinya. Dari pengujian tersebut terlihat bahwa yang paling aktif terhadap bakteri pneumonia adalah ekstrak etanol dari daun patikan kebo dan herba rumput mutiara. Ekstrak etanol kedua tanaman ini di fraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair. Pengujian fraksi dari kedua tanaman ini menunjukkan bahwa fraksi yang aktivitas antibakterinya paling aktif adalah fraksi n-heksan dari ekstrak etanol daun patikan kebo dengan MIC 128 ?g/ml terhadap K pneumonia, 256 ?g/ml terhadap S haemolyticus alpha, 1024 ?g/ml terhadap S pneumonia dan S haemolyticus beta. Hasil penentuan killing time curve terhadap bakteri uji dengan konsentrasi fraksi n?Heksan dari ekstrak etanol daun patikan kebo 1 MIC, 2 MIC, 4 MIC dan 8 MIC menunjukkan bahwa fraksi n-Heksan ekstrak etanol daun patikan kebo bersifat bakteriostatik terhadap bakteri S pneumonia, S haemolyticus alpha, S haemolyticus beta dan K pneumonia. Hasil Scanning Electron Microscope (SEM) memperlihatkan adanya perubahan morfologi pada permukaan membran sel bakteri, yang menunjukkan bahwa kemungkinan mekanisme kerja fraksi n-heksan ekstrak etanol daun patikan kebo adalah dengan merusak membran atau bagian dalam sel bakteri.