ABSTRAK Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ashma Nisa Sholihah Adma
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Penggabungan material transition metal dichalcogenides (TMDs) dua dimensi (2D)
menjadi heterobilayer membuka peluang munculnya sifat elektronik yang lebih
unggul dibandingkan lapisan tunggalnya. Namun, residu karbon (C) seringkali
ditemukan pada material tersebut saat proses sintesisnya. Keberadaan residu karbon
ini berpotensi mengubah karakteristik elektronik material TMDs. Penelitian ab
initio pun dilakukan untuk menganalisis pengaruh ketidakmurnian karbon terhadap
sifat elektronik material TMDs heterobilayer. Heterobilayer MoS2–MoSe2
memiliki rapat keadaan dan struktur pita energi yang unik bergantung pada
konfigurasi susunan strukturnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
heterobilayer MoS2–MoSe2 dengan konfigurasi AB’ memiliki energi interaksi
paling stabil dengan celah pita langsung sebesar 0,75 eV serta band alignment tipeII, dimana pita valensi maksimum dan pita konduksi minimum berasal dari lapisan
yang berbeda. Penambahan atom karbon sebagai adatom mempertahankan karakter
celah pita langsung sebesar 0,22 eV, sedangkan karbon sebagai dopan substitusi
menghasilkan celah pita tidak langsung sebesar 0,36 eV. Adanya ketidakmurnian
karbon menurunkan celah pita energi heterobilayer MoS?–MoSe?, sedangkan band
alignment tetap tipe-II dan hanya berubah menjadi tipe-I pada konfigurasi tertentu.
Perpustakaan Digital ITB