Abstrak - Ghaitsa Hafidzhah Kusyanto
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Meningkatnya tekanan aktivitas antropogenik di kawasan hulu Sungai Cikapundung seperti peternakan, pertanian, dan pemukiman menghasilkan limbah organik yang berpotensi menurunkan kualitas air serta memengaruhi struktur komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perbedaan kualitas fisika-kimia air akibat tekanan aktivitas antropogenik terhadap struktur komunitas makrozoobentos, kompoisis Functional Feeding Group (FFG), dan kondisi biologis berdasarkan Family Biotic Index (FBI) serta menganalisis hubungan parameter fisika-kimia air dengan struktur komunitas, FBI, dan komposisi FFG makrozoobentos di Sungai Cikapundung Hulu. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada tiga stasiun dengan tiga kali pengamatan pada interval dua minggu. Stasiun 1 mewakili titik awal dengan tekanan antropogenik minimal, Stasiun 2 mewakili titik yang menerima tekanan limbah aktivitas antropogenik tinggi, dan Stasiun 3 merepresentasikan bagian yang lebih hilir sebelum pertemuan aliran Cikapundung Hulu dengan Sungai Cigulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun 2 memiliki tekanan kualitas air paling tinggi, yang dicirikan oleh BOD (18,67 ± 3,22 mg/L), TSS (119,22 ± 23,56 mg/L), nitrat (5,44 ± 1,19 mg/L), nitrit (0,1014 ± 0,0136 mg/L), dan amonia (3,34 ± 0,54 mg/L) yang lebih tinggi serta DO (7,24 ± 0,36 mg/L) yang lebih rendah dibandingkan stasiun lainnya. Secara keseluruhan ditemukan 22 famili makrozoobentos, dengan kekayaan famili tertinggi di Stasiun 1 (13 famili), diikuti Stasiun 3 (11 famili) dan Stasiun 2 (9 famili). Stasiun 2 memiliki kepadatan total tertinggi (3.330 ind/m²), tetapi lebih dari 90% komunitasnya didominasi oleh Chironomidae dan Naididae serta memiliki keanekaragaman yang rendah (H' = 0,73–0,87). Penilaian FBI menunjukkan Stasiun 1 berada pada kategori Sangat Baik (4,00–4,25), Stasiun 2 Sangat Buruk (7,75–7,81), dan Stasiun 3 Cukup Baik (5,13–5,70). Komposisi FFG di Stasiun 1 didominasi oleh Collector-Gatherer (44,5%) dan Scraper (35,2%), Stasiun 2 didominasi oleh Collector-Gatherer (94,6%), sedangkan Stasiun 3 didominasi oleh Collector-Filterer (50,6%). Korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara beberapa parameter yang berkaitan dengan beban organik dan kepadatan total makrozoobentos (p < 0,001; ? = 0,63–0,83) serta nilai FBI (p < 0,001; ? = 0,71–0,80), sedangkan hubungan negatif ditemukan terhadap keanekaragaman (H') dan kemerataan (E). Hasil Redundancy Analysis (RDA) menunjukkan bahwa 83,74% variasi komposisi FFG dapat dijelaskan oleh model yang melibatkan parameter fisika-kimia perairan (F = 11,585; p = 0,001). Stasiun 1 berasosiasi dengan Scraper dan Shredder serta DO, Stasiun 2 dengan Collector-Gatherer serta BOD, suhu, dan nutrien, sedangkan Stasiun 3 dengan Collector-Filterer dan kecepatan arus. Secara keseluruhan, perbedaan kondisi fisika-kimia perairan antarstasiun berkaitan dengan perbedaan struktur komunitas, kondisi biologis, dan komposisi FFG makrozoobentos di Sungai Cikapundung Hulu.
Perpustakaan Digital ITB