Abstrak - Hilya Salsabila Aji Musthofa
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Ekosistem mangrove menyediakan sumber pakan, lokasi bersarang, tempat
bertengger, dan perlindungan bagi berbagai jenis burung. Penelitian ini
menganalisis komposisi vegetasi, struktur komunitas burung beserta hubungannya
dengan vegetasi, serta status konservasi dan karakteristik ekologis burung
(distribusi, feeding guild, dan tipe habitat) pada habitat regenerasi alami dan
revegetasi hutan mangrove sekunder di area konsesi PT Kandelia Alam,
Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di 10 petak penelitian
(5 revegetasi, 5 regenerasi alami) menggunakan metode plot kuadrat untuk vegetasi
serta point count dan timed species count untuk burung. Data dianalisis
menggunakan Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS) dan Permutational
Multivariate Analysis of Variance (PERMANOVA). Hasil menunjukkan bahwa
habitat regenerasi alami didominasi Rhizophora apiculata dengan komposisi lebih
beragam (7 spesies, 317 individu), sedangkan habitat revegetasi didominasi
Bruguiera gymnorrhiza (3 spesies, 165 individu). Kelimpahan individu burung di
habitat revegetasi (615 individu) jauh lebih tinggi daripada di habitat regenerasi
alami (291 individu). Perbedaan ini didorong terutama oleh melimpahnya satu
spesies nektarivor dominan, yaitu Leptocoma calcostetha, yang berisiko tercatat
berulang tanpa penandaan individu. Meskipun demikian, kekayaan jenis,
keanekaragaman Shannon, kemerataan, dan dominansi Simpson relatif setara
antarhabitat. Hasil ordinasi NMDS menunjukkan petak-petak pada kedua tipe
habitat cenderung membentuk kelompok yang terpisah, dengan posisi centroid
yang tidak tumpang tindih, dan PERMANOVA menunjukkan tipe habitat
berpengaruh signifikan terhadap komposisi komunitas burung (Pseudo-F = 3,35; R²
= 29,5%; p = 0,01). Sebanyak 51 spesies burung teridentifikasi dan sebagian besar
tergolong kategori Least Concern (86,3%). Tujuh spesies di antaranya berstatus
konservasi penting (Endangered, Vulnerable, dan Near Threatened). Sebanyak
94,1% spesies burung bersifat residen. Feeding guild insektivora (39,2%) dan tipe
generalis (82,4%) paling dominan. Secara keseluruhan, hasil mengindikasikan
bahwa kedua tipe habitat berperan komplementer dalam mendukung komunitas
burung, sehingga pengelolaan berkelanjutan perlu mengintegrasikan perlindungan
habitat inti, restorasi vegetasi multispesies, dan pemantauan komunitas burung
secara berkala.
Perpustakaan Digital ITB