digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK - Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

COVER Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

BAB 1 Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul


BAB 3 Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

BAB 4 Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

BAB 5 Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

PUSTAKA Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

LAMPIRAN Iqwal Ramadhan
PUBLIC Open In Flipbook Devi Septia Nurul

Ibu Kota Nusantara ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 di Kalimantan Timur, di atas Cekungan Kutai yang merupakan cekungan sedimen Tersier terbesar di Indonesia. Meskipun kawasan ini dipilih karena risiko geologi yang relatif rendah, kondisi tektonik regionalnya dicirikan oleh sistem sesar aktif, termasuk Sesar Naik Loa Haur-Separi yang baru teridentifikasi. Penelitian ini menerapkan metode ambient noise tomography (ANT) menggunakan rekaman 13 seismometer broadband selama enam bulan untuk mengkarakterisasi struktur kerak dangkal secara tiga dimensi. Korelasi silang antar pasangan stasiun menghasilkan fungsi Green empiris, dari mana kurva dispersi kecepatan grup gelombang Rayleigh pada rentang periode 0,4–6,3 s diekstraksi. Inversi tomografi gelombang permukaan menghasilkan model kecepatan gelombang geser (Vs) tiga dimensi hingga kedalaman ~6,5 km. Hasil tomografi menunjukkan nilai Vs absolut yang rendah dan konsisten (1,4–1,9 km/s) pada kedalaman 0–6,5 km, mengindikasikan dominasi sedimen tebal Cekungan Kutai. Anomali perturbasi Vs positif pada zona Antiklin Samarinda berorientasi NNE-SSW mencerminkan struktur fold-and-thrust belt, sedangkan wilayah Nusantara menunjukkan anomali negatif yang mengindikasikan sedimen Tersier belum terkonsolidasi dengan porositas tinggi. Kontras lateral Vs yang signifikan memungkinkan identifikasi Sesar Naik Loa Haur-Separi dari kedalaman 2–6,5 km dengan sudut kemiringan ~7°, konsisten dengan geometri low-angle thrust fault. Penelitian ini menghasilkan model Vs kerak dangkal tiga dimensi pertama di bawah wilayah Nusantara, sekaligus memberikan informasi penting mengenai geometri sesar bawah permukaan dan implikasinya terhadap bahaya seismik ibu kota baru Indonesia.