digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku menghadapi permasalahan persampahan seperti keterbatasan infrastruktur, belum meratanya pelayanan persampahan sampai keterbatasan lahan TPA. Di tengah kondisi tersebut muncul inisiatif dari komunitas masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata kelola persampahan berbasis reguler dan berbasis komunitas, membandingkan efektivitas kedua tata kelola tersebut, serta merumuskan strategi tata kelola persampahan yang efektif. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Uritetu sebagai representasi tata kelola persampahan berbasis reguler, Negeri Laha dan Negeri Ema sebagai representasi tata kelola berbasis komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data kuesioner dari 95 responden yang mencakup lima variabel penelitian: struktur kelembagaan, desain institusional, tingkat partisipasi, pola kolaborasi dan efektivitas dimensi teknis, didukung oleh data wawancara mendalam dan observasi lapangan. Serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi tata kelola persampahan Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola berbasis reguler di Kelurahan Uritetu mengungguli aspek cakupan pengangkutan sampah dan keseragaman regulasi, namun lemah pada pengelolaan sampah di sumber dan partisipasi aktif masyarakat. Sebaliknya, tata kelola berbasis komunitas di Negeri Laha dan Negeri Ema unggul pada dimensi pembangunan kepercayaan, komitmen bersama, dan keterlibatan langsung masyarakat, meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur dan kelembagaan. Perbandingan kedua tata kelola persampahan menunjukkan belum ada satu pun yang unggul secara menyeluruh. Berdasarkan analisis SWOT, posisi strategis tata kelola persampahan Kota Ambon berada pada kuadran I dengan strategi SO, terdapat lima strategi utama yang diarahkan untuk memanfaatkan kekuatan internal sistem pengelolaan sampah baik reguler maupun praktik baik komunitas dengan memanfaatkan peluang eksternal yang cukup signifikan.