Kota Ambon sebagai ibu kota Provinsi Maluku menghadapi permasalahan
persampahan seperti keterbatasan infrastruktur, belum meratanya pelayanan
persampahan sampai keterbatasan lahan TPA. Di tengah kondisi tersebut muncul
inisiatif dari komunitas masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata kelola persampahan
berbasis reguler dan berbasis komunitas, membandingkan efektivitas kedua tata
kelola tersebut, serta merumuskan strategi tata kelola persampahan yang efektif.
Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Uritetu sebagai representasi tata kelola
persampahan berbasis reguler, Negeri Laha dan Negeri Ema sebagai representasi
tata kelola berbasis komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data kuesioner dari 95
responden yang mencakup lima variabel penelitian: struktur kelembagaan, desain
institusional, tingkat partisipasi, pola kolaborasi dan efektivitas dimensi teknis,
didukung oleh data wawancara mendalam dan observasi lapangan. Serta analisis
SWOT untuk merumuskan strategi tata kelola persampahan Kota Ambon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola berbasis reguler di Kelurahan
Uritetu mengungguli aspek cakupan pengangkutan sampah dan keseragaman
regulasi, namun lemah pada pengelolaan sampah di sumber dan partisipasi aktif
masyarakat. Sebaliknya, tata kelola berbasis komunitas di Negeri Laha dan Negeri
Ema unggul pada dimensi pembangunan kepercayaan, komitmen bersama, dan
keterlibatan langsung masyarakat, meskipun menghadapi keterbatasan infrastruktur
dan kelembagaan. Perbandingan kedua tata kelola persampahan menunjukkan
belum ada satu pun yang unggul secara menyeluruh. Berdasarkan analisis SWOT,
posisi strategis tata kelola persampahan Kota Ambon berada pada kuadran I dengan
strategi SO, terdapat lima strategi utama yang diarahkan untuk memanfaatkan
kekuatan internal sistem pengelolaan sampah baik reguler maupun praktik baik
komunitas dengan memanfaatkan peluang eksternal yang cukup signifikan.
Perpustakaan Digital ITB