Adopsi kendaraan otonom (AV) menghadapi hambatan signifikan, terutama dalam
mengatasi dampak sosial pada rezim transportasi yang telah mapan. Kesenjangan
penelitian masih terlihat, mengingat sebagian besar studi terdahulu
mengasumsikan ekosistem AV yang matang serta berfokus secara sempit pada
tingkat otomatisasi tertentu. Kesenjangan ini menjadi krusial di Indonesia,
mengingat ekosistem AV masih tergolong baru, sementara ambisi kebijakan
terhadap otomatisasi penuh terbilang tinggi. Penelitian ini mengintegrasikan
Multi-Level Perspective (MLP) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk
mengkaji transisi sosioteknis adopsi AV. MLP digunakan untuk menganalisis
dinamika sistemik yang mencakup tekanan lanskap, struktur rezim, dan inovasi
ceruk (niche), sedangkan TAM berfungsi untuk menilai penerimaan pengguna pada
berbagai tingkatan otomatisasi serta menjadi masukan langsung bagi
pengembangan strategi implementasi. Dengan pendekatan metode campuran,
penelitian ini menggunakan analisis tematik pada wawancara semi-terstruktur
untuk menggali perspektif industri, serta pemodelan persamaan struktural (SEM)
dengan analisis multigrup pada data survei untuk mengukur penerimaan antar
tingkat otomatisasi AV. Penelitian ini menghasilkan model pengembangan strategi
sosioteknis dan rekomendasi praktis, khususnya bagi pemerintah dan pelaku
industri. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan
pemahaman komprehensif mengenai proses transisi AV serta mendukung
perumusan kebijakan yang efektif dan investasi strategis guna mempercepat
keberhasilan transisi AV.
Keywords: Autonomous Vehicle, Socio Technical Transitions, Multi Level
Perspective.
Perpustakaan Digital ITB