digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Adopsi kendaraan otonom (AV) menghadapi hambatan signifikan, terutama dalam mengatasi dampak sosial pada rezim transportasi yang telah mapan. Kesenjangan penelitian masih terlihat, mengingat sebagian besar studi terdahulu mengasumsikan ekosistem AV yang matang serta berfokus secara sempit pada tingkat otomatisasi tertentu. Kesenjangan ini menjadi krusial di Indonesia, mengingat ekosistem AV masih tergolong baru, sementara ambisi kebijakan terhadap otomatisasi penuh terbilang tinggi. Penelitian ini mengintegrasikan Multi-Level Perspective (MLP) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk mengkaji transisi sosioteknis adopsi AV. MLP digunakan untuk menganalisis dinamika sistemik yang mencakup tekanan lanskap, struktur rezim, dan inovasi ceruk (niche), sedangkan TAM berfungsi untuk menilai penerimaan pengguna pada berbagai tingkatan otomatisasi serta menjadi masukan langsung bagi pengembangan strategi implementasi. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggunakan analisis tematik pada wawancara semi-terstruktur untuk menggali perspektif industri, serta pemodelan persamaan struktural (SEM) dengan analisis multigrup pada data survei untuk mengukur penerimaan antar tingkat otomatisasi AV. Penelitian ini menghasilkan model pengembangan strategi sosioteknis dan rekomendasi praktis, khususnya bagi pemerintah dan pelaku industri. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses transisi AV serta mendukung perumusan kebijakan yang efektif dan investasi strategis guna mempercepat keberhasilan transisi AV. Keywords: Autonomous Vehicle, Socio Technical Transitions, Multi Level Perspective.