digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Mizan Allan de Neve [27124301]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Kaweruh Dalam Desain dipahami sebagai konsep pengetahuan yang merumuskan struktur dan strategi sosialisasi ilmu pengetahuan warisan leluhur Indonesia, menjadi kapabilitas operasional dalam pengembangan desain produk industri. Konsep ini menekankan keterhubungan antara pemahaman, proses berkarya, dan perwujudan produk dalam kehidupan manusia. Berakar pada sistem pengetahuan masyarakat Jawa yang diwariskan lintas generasi, Kaweruh Dalam Desain merefleksikan identitas budaya, pengalaman, nilai, serta laku hidup komunitas. Dalam perspektif tersebut, Kaweruh Dalam Desain tidak semata-mata merujuk pada aktivitas menghasilkan artefak atau produk, melainkan mencakup proses yang melibatkan pengetahuan, pengalaman, nilai, kreativitas, serta hubungan manusia dengan lingkungan sosial-budaya, Yang Maha Kuasa, dan alam semesta. Perkembangan kebudayaan Indonesia merupakan hasil interaksi antara pengetahuan lokal dan berbagai pengaruh budaya dari luar. Hubungan perdagangan serta pertukaran pengetahuan dengan kebudayaan India, Cina, dan Persia turut membawa pengaruh dalam aspek keagamaan, sosial, teknologi, seni, dan budaya. Namun, pengaruh tersebut tidak diterima secara pasif, melainkan melalui proses adaptasi, seleksi, transformasi, dan pengolahan kembali oleh masyarakat lokal sehingga menghasilkan bentuk kebudayaan yang kontekstual dan berkarakter khas Indonesia. Fenomena ini antara lain tercermin dalam perkembangan arsitektur, candi, arca, relief, kerajinan, serta berbagai artefak budaya di Indonesia. Dalam perkembangan desain modern, Kaweruh Dalam Desain yang bersumber dari tradisi lokal tersebut belum banyak dirumuskan secara sistematis sebagai landasan pengetahuan dalam proses pengembangan produk. Di sisi lain, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang banyak dipengaruhi paradigma keilmuan Barat telah menghasilkan berbagai metode pengembangan produk yang efektif, tetapi belum selalu mempertimbangkan dimensi budaya, nilai, spiritualitas, dan hubungan manusia dengan alam yang terkandung dalam sistem pengetahuan lokal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengkaji dan merumuskan Kaweruh Dalam Desain sebagai bagian integral dari pengembangan desain produk kontemporer Indonesia. Penelitian ini bertujuan merumuskan Kaweruh Dalam Desain sebagai konsep pengetahuan berbasis kearifan leluhur Indonesia yang mengintegrasikan dimensi cipta sebagai kemampuan intelektual, rasa sebagai dimensi estetis dan emosional, serta karsa sebagai dimensi kehendak, etika, dan spiritualitas. Konsep Cipta–Rasa–Karsa yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara diposisikan sebagai landasan konseptual dalam pengembangan Tridaya Manusia, yaitu proses penciptaan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar, tetapi juga mempertimbangkan nilai budaya, keberlanjutan, serta makna kehidupan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan practice-based research dalam bidang desain produk dengan strategi market-oriented design. Proses penelitian dilakukan melalui kajian literatur, studi etnografi, dokumentasi praktik budaya, observasi dan pengembangan praktik desain, serta kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain dan komunitas pelestarian budaya. Dokumentasi dan digitalisasi pengetahuan tradisional digunakan sebagai upaya mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mengembangkan pengetahuan yang selama ini banyak diwariskan secara lisan dan bersifat tacit knowledge. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada penguatan identitas dan karakter desain produk Indonesia, pelestarian pengetahuan budaya, serta pengembangan ekosistem industri kreatif yang kontekstual, berkelanjutan, dan beretika, dengan tetap menghormati hak, pengetahuan, dan otoritas komunitas pemilik budaya.