Kaweruh Dalam Desain dipahami sebagai konsep pengetahuan yang merumuskan struktur
dan strategi sosialisasi ilmu pengetahuan warisan leluhur Indonesia, menjadi kapabilitas
operasional dalam pengembangan desain produk industri. Konsep ini menekankan
keterhubungan antara pemahaman, proses berkarya, dan perwujudan produk dalam kehidupan
manusia. Berakar pada sistem pengetahuan masyarakat Jawa yang diwariskan lintas generasi,
Kaweruh Dalam Desain merefleksikan identitas budaya, pengalaman, nilai, serta laku hidup
komunitas. Dalam perspektif tersebut, Kaweruh Dalam Desain tidak semata-mata merujuk
pada aktivitas menghasilkan artefak atau produk, melainkan mencakup proses yang melibatkan
pengetahuan, pengalaman, nilai, kreativitas, serta hubungan manusia dengan lingkungan
sosial-budaya, Yang Maha Kuasa, dan alam semesta. Perkembangan kebudayaan Indonesia
merupakan hasil interaksi antara pengetahuan lokal dan berbagai pengaruh budaya dari luar.
Hubungan perdagangan serta pertukaran pengetahuan dengan kebudayaan India, Cina, dan
Persia turut membawa pengaruh dalam aspek keagamaan, sosial, teknologi, seni, dan budaya.
Namun, pengaruh tersebut tidak diterima secara pasif, melainkan melalui proses adaptasi,
seleksi, transformasi, dan pengolahan kembali oleh masyarakat lokal sehingga menghasilkan
bentuk kebudayaan yang kontekstual dan berkarakter khas Indonesia. Fenomena ini antara lain
tercermin dalam perkembangan arsitektur, candi, arca, relief, kerajinan, serta berbagai artefak
budaya di Indonesia. Dalam perkembangan desain modern, Kaweruh Dalam Desain yang
bersumber dari tradisi lokal tersebut belum banyak dirumuskan secara sistematis sebagai
landasan pengetahuan dalam proses pengembangan produk. Di sisi lain, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi modern yang banyak dipengaruhi paradigma keilmuan Barat telah
menghasilkan berbagai metode pengembangan produk yang efektif, tetapi belum selalu
mempertimbangkan dimensi budaya, nilai, spiritualitas, dan hubungan manusia dengan alam
yang terkandung dalam sistem pengetahuan lokal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya
kebutuhan untuk mengkaji dan merumuskan Kaweruh Dalam Desain sebagai bagian integral
dari pengembangan desain produk kontemporer Indonesia. Penelitian ini bertujuan
merumuskan Kaweruh Dalam Desain sebagai konsep pengetahuan berbasis kearifan leluhur
Indonesia yang mengintegrasikan dimensi cipta sebagai kemampuan intelektual, rasa sebagai
dimensi estetis dan emosional, serta karsa sebagai dimensi kehendak, etika, dan spiritualitas.
Konsep Cipta–Rasa–Karsa yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara diposisikan sebagai
landasan konseptual dalam pengembangan Tridaya Manusia, yaitu proses penciptaan yang
tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pasar, tetapi juga mempertimbangkan nilai budaya,
keberlanjutan, serta makna kehidupan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan
practice-based research dalam bidang desain produk dengan strategi market-oriented design.
Proses penelitian dilakukan melalui kajian literatur, studi etnografi, dokumentasi praktik
budaya, observasi dan pengembangan praktik desain, serta kolaborasi dengan mahasiswa
Fakultas Seni Rupa dan Desain dan komunitas pelestarian budaya. Dokumentasi dan
digitalisasi pengetahuan tradisional digunakan sebagai upaya mengidentifikasi,
menginterpretasikan, dan mengembangkan pengetahuan yang selama ini banyak diwariskan
secara lisan dan bersifat tacit knowledge. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada
penguatan identitas dan karakter desain produk Indonesia, pelestarian pengetahuan budaya,
serta pengembangan ekosistem industri kreatif yang kontekstual, berkelanjutan, dan beretika,
dengan tetap menghormati hak, pengetahuan, dan otoritas komunitas pemilik budaya.
Perpustakaan Digital ITB