Sektor peternakan merupakan sektor yang berperan dalam ketahanan pangan nasional. Sektor ini menghadapi dua tantangan utama, yaitu tingginya biaya pakan yang dan dampak lingkungan dari penumpukan limbah organik. Pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif protein tinggi serta agen biokonversi limbah organik dapat menjadi solusi dalam ekonomi sirkular. Namun, penerapan sistem integrasi antara peternakan dengan budidaya BSF menuntut adanya kerangka pengambilan keputusan yang mampu mengoptimalkan keuntungan bagi sistem secara keseluruhan. Pemanfaatan cooperative game theory menawarkan landasan matematis yang relevan untuk memodelkan interaksi antar unit dalam sistem integrasi sehingga dapat menentukan strategi yang paling optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan model sistem agribisnis, (2) menentukan nash equilibrium, (3) menentukan distribusi keuntungan, dan (4) merumuskan strategi pengembangan usaha peternakan berbasis pakan BSF. Penelitian dilaksanakan di GEMI 0418, Kota Cimahi, Jawa Barat.
Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods dengan pendekatan metode survei. Data penelitian mencakup data pertumbuhan ayam broiler dan ikan lele, data ekonomi, dan data sosial melalui wawancara dan kuesioner. Metode analisis yang digunakan mencakup growth performance, analisis ekonomi, analisis cooperative game theory, analisis sensitivitas, analisis tematik, analisis statistik deskriptif, dan analisis kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam broiler dengan pakan 30% maggot (A3) menghasilkan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan paling optimal. Pada ikan lele, pakan tanpa maggot (L2) menghasilkan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan paling optimal. Analisis fungsi karakteristik menunjukkan bahwa ketiga unit yang diintegrasikan secara sirkular menghasilkan pendapatan bersih paling tinggi, yaitu Rp182.607.956/tahun. Analisis nash equilibrium tercapai pada strategi A4-L2, yaitu ayam broiler
dan ikan lele tanpa pakan maggot dengan proyeksi pendapatan bersih mencapai Rp211.770.000/tahun. Analisis shapley value menghasilkan distribusi keuntungan dengan persentase untuk ayam broiler, ikan lele, dan BSF berturut-turut adalah 32,1%; 36,3%; dan 31,6%. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan harga pakan dan harga jual produk mempengaruhi keuntungan, namun unit ayam broiler dan ikan lele yang diintegrasikan dengan unit BSF memiliki tingkat ketahanan yang lebih baik dibandingkan sistem nonintegrasi. Persepsi masyarakat terhadap GEMI 0418 secara umum positif dengan kategori setuju pada aspek dampak lingkungan, ekonomi dan produk, serta keberlanjutan usaha. Berdasarkan analisis kesenjangan, dihasilkan lima kesenjangan utama, yaitu pasokan maggot yang tidak konsisten, distribusi keuntungan pada masyarakat, distribusi keuntungan antar unit, standar operasional, dan modal sosial. Atas dasar tersebut, dirumuskan strategi: (1) jangka pendek dengan fokus pada stabilisasi pasokan maggot dan perumusan SOP; (2) jangka menengah fokus pada regenerasi SDM dan mitigasi risiko kerugian akibat fluktuasi harga jual produk di pasar; dan (3) jangka panjang fokus pada implementasi shapley value secara transparan.
Perpustakaan Digital ITB