COVER Harry Budi Sidharta
EMBARGO  2029-07-21 
EMBARGO  2029-07-21 
Propinsi Bangka Belitung sebagai penghasil tambang timah utama dunia mengalami kendala pada tata kelola berupa maraknya masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang melakukan kegiatan penambangan timah secara ilegal. Secara keseluruhan penelitian ini memberikan dukungan yang kuat pada penerapan skema koperasi dalam pengelolaan penambangan rakyat di Bangka Belitung. Dimana skema koperasi memiliki potensi kuat sebagai model pengelolaan pertambangan timah rakyat di Bangka Belitung. Melalui koperasi, penambang yang sebelumnya bekerja secara informal dapat didata, dibina, diberi akses terhadap wilayah kerja yang legal, dan diarahkan untuk menjual hasil tambang melalui rantai pasok resmi. Dengan demikian, pendekatan penegakan hukum dapat dilengkapi dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi.
Peluang utama penerapan koperasi meliputi : adanya jumlah penambang rakyat yang besar, tersedianya koperasi desa atau kelembagaan masyarakat yang dapat dikembangkan tanpa harus membentuk organisasi baru, kebutuhan perusahaan pemilik IUP terhadap mitra penambangan yang legal, terorganisasi, dan mudah diawasi, dukungan kebijakan pemerintah terhadap formalisasi pertambangan rakyat, pemberdayaan koperasi, hilirisasi, dan peningkatan penerimaan negara, serta distribusi keuntungan yang lebih adil kepada penambang.
Tantangan penerapan koperasi meliputi: rendahnya kepercayaan sebagian penambang terhadap koperasi akibat pengalaman kelembagaan yang kurang baik.
Disamping tantangan yang harus dihadapi khusunya terkait pemahaman masyarakat akan manfaat koperasi, koperasi meiliki potensi kuat untuk menjadi solusi atas persoalan pertambangan Timah ilegal di Bangka Belitung. Dampak yang diharapkan adalah perbaikan ekonomi dan harkat serta martabat penambang timah ilegal di Bangka Belitung menjadi penambang legal dengan posisi tawar lebih baik di bisnis timah.
Perpustakaan Digital ITB