digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Toyota Astra Motor (TAM) adalah pemegang merek Toyota dan distributor resmi di Indonesia. Pada tahun 2003 perusahaan telah berubah menjadi dua perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha yaitu Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang fokus pada kegiatan manufaktur dan TAM yang fokus pada kegiatan distribusi dan promosi. Sesuai dengan visi dan misi perusahaan, perusahaan memiliki semangat untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan serta keuntungan dengan meraih pangsa pasar empat puluh persen dan menjadi yang pertama dalam hal kepuasan pelanggan. Namun, potensi masalah timbul karena adanya potensi perpindahan pembeli dari generasi sekarang yang didominasi generasi sebelum tahun 90 ke generasi tahun 90 yang berdampak pada perubahan perilaku dalam membeli kendaraan. Oleh karena itu untuk mempertahankan daya saing, Untuk melakukan perumusan strategi, analisis situasi dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan sekunder kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis PESTEL, Porter five forces, marketing 4Ps, dan model bisnis kanvas. Setelah dilakukan analisis situasi, SWOT Perusahaan dapat ditentukan dan diselesaikan dengan pendekatan TOWS untuk melakukan perumusan strategi. Sebagai kesimpulan, pelanggan masa depan akan membutuhkan kendaraan yang dapat mendukung gaya hidup mereka, memiliki nilai ekonomis, memiliki konsep hijau seperti teknologi tinggi dan hemat energi. Di sisi lain untuk kegiatan pendukung seperti layanan purna jual mereka membutuhkan kemudahan, kesederhanaan dan pelayanan yang cepat sedangkan untuk kegiatan promosi akan lebih banyak mempertimbangkan informasi lebih banyak dari internet. Sebagai solusi, penulis menyarankan tiga area pengembangan dalam hal jajaran produk dan perluasan cakupan pasar, spesifikasi produk dan peningkatan daya saing, dan meningkatkan citra perusahaan melalui 11 strategi utama.