Toyota Astra Motor (TAM) adalah pemegang merek Toyota dan distributor resmi di
Indonesia. Pada tahun 2003 perusahaan telah berubah menjadi dua perusahaan untuk
meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha yaitu Toyota Motor Manufacturing Indonesia
(TMMIN) yang fokus pada kegiatan manufaktur dan TAM yang fokus pada kegiatan
distribusi dan promosi.
Sesuai dengan visi dan misi perusahaan, perusahaan memiliki semangat untuk meningkatkan
pertumbuhan penjualan serta keuntungan dengan meraih pangsa pasar empat puluh persen dan
menjadi yang pertama dalam hal kepuasan pelanggan. Namun, potensi masalah timbul karena
adanya potensi perpindahan pembeli dari generasi sekarang yang didominasi generasi
sebelum tahun 90 ke generasi tahun 90 yang berdampak pada perubahan perilaku dalam
membeli kendaraan. Oleh karena itu untuk mempertahankan daya saing,
Untuk melakukan perumusan strategi, analisis situasi dilakukan dengan mengumpulkan data
primer dan sekunder kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis PESTEL, Porter five
forces, marketing 4Ps, dan model bisnis kanvas. Setelah dilakukan analisis situasi, SWOT
Perusahaan dapat ditentukan dan diselesaikan dengan pendekatan TOWS untuk melakukan
perumusan strategi.
Sebagai kesimpulan, pelanggan masa depan akan membutuhkan kendaraan yang dapat
mendukung gaya hidup mereka, memiliki nilai ekonomis, memiliki konsep hijau seperti
teknologi tinggi dan hemat energi. Di sisi lain untuk kegiatan pendukung seperti layanan
purna jual mereka membutuhkan kemudahan, kesederhanaan dan pelayanan yang cepat
sedangkan untuk kegiatan promosi akan lebih banyak mempertimbangkan informasi lebih
banyak dari internet. Sebagai solusi, penulis menyarankan tiga area pengembangan dalam hal
jajaran produk dan perluasan cakupan pasar, spesifikasi produk dan peningkatan daya saing,
dan meningkatkan citra perusahaan melalui 11 strategi utama.
Perpustakaan Digital ITB