digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luasan mencapai 9,8 juta km2 (termasuk perairan) dan jumlah penduduk yang cukup besar yaitu 215,28 juta jiwa (tahun 2003). Dengan jumlah penduduk demikian besarnya, maka sangat wajar apabila perjalanan penumpang dan barang yang dibangkitkan sangat besar jumlahnya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dari hasil Survei O-D Nasional tahun 2001 (Departemen Perhubungan), yang menunjukkan angka 3,8 milyar perjalanan penumpang per tahun untuk perjalanan antar kabupaten, yang meliputi matra darat, laut dan udara. Jumlah yang luar biasa besarnya tersebut untuk saat ini masih didominasi oleh transportasi darat dengan prosentase sebesar 99% untuk penumpang dan 97% untuk barang. Beberapa tahun belakangan ini, kota Bandung telah berkembang secara pesat baik dalam pertumbuhan ekonominya dan pembangunan fasilitasnya. Dengan dibangunnya jalan bebas hambatan Cipularang yang menghubungkan kota Jakarta dan Bandung, maka makin banyak penduduk Jakarta yang datang ke Bandung hanya sekedar untuk berlibur atau urusan pekerjaan. Tidak sedikit juga penduduk yang memilih tinggal di Bandung dengan bekerja di Jakarta, begitupun sebaliknya. Fenomena ini disebut juga dengan Commuting (Komuter). Perancangan stasiun ini merupakan salah satu bagian dalam pengembangan transportasi di kawasan pusat primer baru di Gedebage. Berdasarkan rencana induk kawasan Gedebage, stasiun ini termasuk ke dalam perencanaan terminal terpadu Gedebage. Peran stasiun dalam terminal terpadu ini adalah sebagai media bagi masyarakat untuk memasuki central bussines district di kota Bandung. Perancangan stasiun ini ditekankan kepada penyederhanaan dan kejelasan sistem sirkulasi yang diharapkan dapat menghasilkan efisiensi dan efektivitas ruang. Kemudahan berorientasi dapat tercipta dengan menjaga kontinuitas ruang dalam dan ruang luar. Konsep-konsep sirkulasi dan efektivitas selanjutnya menjadi dasar pemilihan bentuk, sistem struktur, dan material yang digunakan pada perancangan bangunan.