digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-BAB_1.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-BAB_2.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-BAB_3.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-BAB_4.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-BAB_5.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-BAB_6.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_PRISKO_GALAXI_1-PUSTAKA.pdf
Terbatas  hidayat
» Gedung UPT Perpustakaan

Bandung merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa dan meningkat tiap tahunnya. Meningkatnya jumlah penduduk ini mengakibatkan peningkatan pada kebutuhan fasilitas kesehatan, yaitu rumah sakit. Menurut Indonesian Renal Registry, tiap tahunnya meningkat jumlah pasien yang menggunakan alat cuci darah. Hal ini menunjukkan semakin meningkat pula pasien ginjal tiap tahunnya di Indonesia, termasuk di kota bandung. Untuk itulah dirancang sebuah rumah sakit khusus ginjal dibandung yang diharapkan mampu melayani pasien ginjal melalui cuci darah dan transplant ginjal. Perancangan dimulai dengan mempelajari standar yang ada dengan kaji literatur standard rumah sakit kelas C, dan kaji banding ke Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. Ra Habibie di Jln. Tubagus Ismail, Bandung. Rumusan masalah yang didapat yaitu selain pemenuhan standard, dalam perancangan RSKG perlu diperhatikan perilaku pasien dan keluarga yang menunggu akan mengalami kebosanan, karena harus menunggu proses cuci darah selama 3-5 jam. Permasalahan lain terdapat pada bau darah yang mengganggu sebagian keluarga pasien yang menunggu di ruang tunggu cuci darah. Konsep besar yang diterapkan dalam memenuhi permassalahan tadi adalah Healing Environtment. Pengadaan unsur alam, yang diwujudkan dengan taman eksterior akan memberikan efek rileks pada pasien dan keluarga yang menunggu.