Polivinil klorida (PVC) merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan, tetapi
memiliki stabilitas termal rendah akibat pelepasan HCl selama pemanasan. Stabiliser
Ca/Zn telah dikembangkan sebagai stabiliser primer sehingga diperlukan ko-stabiliser
yang mampu meningkatkan efektivitas stabilisasi termal PVC. Palm Fatty Acid Distillate
(PFAD) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ko-stabiliser termal sekunder karena
mengandung asam lemak tak jenuh yang dapat dikonversi menjadi gugus epoksi. PFAD
merupakan produk samping pemurnian minyak sawit yang produksinya diperkirakan
mencapai 1,9–2,6 juta ton per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis PFAD
terepoksidasi (EPFAD) sebagai ko-stabiliser termal sekunder serta mengevaluasi
pengaruhnya terhadap stabilitas termal PVC. Sintesis dilakukan melalui reaksi epoksidasi
metode Prilezhaev pada suhu 60 °C dengan variasi katalis Amberlyst 15 dan H?SO? serta
waktu reaksi 2–6 jam. Produk dianalisis menggunakan FTIR, TGA, angka iodin, angka
oksiran, dan angka asam. FTIR digunakan untuk mengonfirmasi pembentukan gugus
epoksi. TGA digunakan untuk menilai stabilitas termal. Angka iodin digunakan untuk
mengetahui penurunan ikatan rangkap, angka oksiran digunakan untuk menentukan kadar
epoksi, dan angka asam digunakan untuk mengevaluasi keasaman produk. Efek kostabilisasi
diuji dengan two-roll mill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis
Amberlyst 15 memberikan hasil terbaik pada waktu reaksi 2 jam dengan menghasilkan
angka oksiran sebesar 2,99%. Spektrum IR menunjukkan berkurangnya serapan ikatan
rangkap pada 3001 cm?¹ dan munculnya gugus epoksi pada 820–850 cm?¹. Penambahan
EPFAD menunda diskolorasi PVC hingga 55–60 menit. Penambahan EPFAD dua kali
lipat menunjukkan kinerja yang setara dengan ko-stabiliser ESO (Epoxidized Soybean
Oil). Hasil ini menunjukkan EPFAD berpotensi sebagai ko-stabiliser termal PVC.
Perpustakaan Digital ITB