digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nasywa Ridwan
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli

Polivinil klorida (PVC) merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan, tetapi memiliki stabilitas termal rendah akibat pelepasan HCl selama pemanasan. Stabiliser Ca/Zn telah dikembangkan sebagai stabiliser primer sehingga diperlukan ko-stabiliser yang mampu meningkatkan efektivitas stabilisasi termal PVC. Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ko-stabiliser termal sekunder karena mengandung asam lemak tak jenuh yang dapat dikonversi menjadi gugus epoksi. PFAD merupakan produk samping pemurnian minyak sawit yang produksinya diperkirakan mencapai 1,9–2,6 juta ton per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis PFAD terepoksidasi (EPFAD) sebagai ko-stabiliser termal sekunder serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas termal PVC. Sintesis dilakukan melalui reaksi epoksidasi metode Prilezhaev pada suhu 60 °C dengan variasi katalis Amberlyst 15 dan H?SO? serta waktu reaksi 2–6 jam. Produk dianalisis menggunakan FTIR, TGA, angka iodin, angka oksiran, dan angka asam. FTIR digunakan untuk mengonfirmasi pembentukan gugus epoksi. TGA digunakan untuk menilai stabilitas termal. Angka iodin digunakan untuk mengetahui penurunan ikatan rangkap, angka oksiran digunakan untuk menentukan kadar epoksi, dan angka asam digunakan untuk mengevaluasi keasaman produk. Efek kostabilisasi diuji dengan two-roll mill. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis Amberlyst 15 memberikan hasil terbaik pada waktu reaksi 2 jam dengan menghasilkan angka oksiran sebesar 2,99%. Spektrum IR menunjukkan berkurangnya serapan ikatan rangkap pada 3001 cm?¹ dan munculnya gugus epoksi pada 820–850 cm?¹. Penambahan EPFAD menunda diskolorasi PVC hingga 55–60 menit. Penambahan EPFAD dua kali lipat menunjukkan kinerja yang setara dengan ko-stabiliser ESO (Epoxidized Soybean Oil). Hasil ini menunjukkan EPFAD berpotensi sebagai ko-stabiliser termal PVC.