ABSTRAK Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Jonathan Sugijanto
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Spektroskopi atom beresolusi tinggi merupakan komponen penting dalam
pengembangan referensi frekuensi optik presisi dan jam atom. Dalam konteks ini,
spektroskopi absorpsi jenuh (SAS), yang menyediakan resolusi sub-Doppler pada
temperatur ruang, menawarkan pendekatan yang menarik untuk menghasilkan
referensi optik yang stabil. Namun, SAS monokromatik konvensional (mSAS)
memiliki keterbatasan dalam jumlah referensi frekuensi yang dapat diakses. Untuk
mengatasi keterbatasan tersebut, spektroskopi absorpsi jenuh bikromatik (bSAS)
telah diusulkan, yang memungkinkan munculnya tambahan Lamb dip tanpa
menyebabkan pelebaran linewidth yang signifikan.
Pada penelitian ini, model teoretis spektrum mSAS dan bSAS pada atom alkali
dikembangkan menggunakan dua pendekatan komplementer, yaitu pendekatan
analitik dan numerik. Selain itu, dikembangkan pula suatu kerangka teoretis untuk
memprediksi kestabilan frekuensi pada stabilisasi frekuensi laser berbasis SAS
melalui analisis deviasi Allan yang mempertimbangkan kontribusi derau photon
shot noise, relative intensity noise (RIN), dan sumber-sumber derau lainnya.
Kedua model spektroskopi berhasil mereproduksi Lamb dip sub-Doppler yang
sesuai dengan hasil eksperimen. Model numerik memprediksi linewidth Lamb dip
dengan lebih akurat dibandingkan model analitik, dengan galat relatif RMS sebesar
26,2% dibandingkan 59,0%. Model kestabilan frekuensi berhasil mereproduksi
perilaku kualitatif yang diharapkan dari mekanisme-mekanisme derau dominan,
tetapi masih mengestimasi batas white noise eksperimen satu hingga tiga orde
magnitudo lebih rendah dan belum mampu mereproduksi perilaku flicker noise
yang teramati. Hasil penelitian ini memberikan landasan teoretis untuk pemodelan
spektrum SAS dan kestabilan frekuensi laser sekaligus mengidentifikasi arah
pengembangan model lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB