Pemrosesan visual pada Multimedia Internet of Things (M-IoT) memerlukan
penentuan kapan hasil inferensi perangkat edge digunakan dan kapan data
diteruskan ke server. Penelitian ini mengembangkan Decision Engine (DE)
berbasis LightGBM untuk menghasilkan keputusan LOCAL, OFFLOAD, atau
DROP dari representasi temporal skor kepercayaan dan karakteristik deteksi model
edge. Api dan asap pada citra Red Green Blue (RGB) digunakan sebagai studi
kasus, sedangkan fokus kontribusi berada pada keputusan pengiriman data setelah
inferensi lokal. Pada evaluasi kebijakan, LOCAL menggunakan keluaran model
edge, OFFLOAD menggunakan keluaran model server, dan DROP menetapkan
keluaran negatif tanpa verifikasi server. Keluaran positif merupakan indikasi
kejadian visual sesuai protokol evaluasi, bukan pengukuran panas atau penetapan
tingkat bahaya kebakaran.
Model deteksi menggunakan YOLO26n pada perangkat edge dan YOLO26x
pada server. D-Fire digunakan untuk pengembangan model deteksi, sedangkan
pengembangan dan evaluasi utama DE menggunakan 72 video dari furg-fire-dataset
dan FIRESENSE yang menghasilkan 2.733 frame setelah ekstraksi pada laju 1
frame per second (fps). Urutan temporal video dipertahankan dan pembagian
data dilakukan pada tingkat video untuk mencegah frame dari video yang sama
tersebar di antara data pelatihan, validasi, dan pengujian. Representasi temporal
dibentuk menggunakan sliding window dengan konteks N = 10 dan feature vector
156 dimensi. Model DE berbasis LightGBM diperoleh melalui studi pendahuluan
pemilihan algoritma, pelatihan pada data video, validasi dengan pengelompokan
berdasarkan video, dan pencarian hyperparameter. Sensitivitas ukuran window turut
dievaluasi pada rentang N = 3 hingga 15 menggunakan data validasi? hasilnya
menunjukkan bahwa N = 10 tidak memiliki Balanced Accuracy tertinggi pada
rentang tersebut sehingga tetap dilaporkan sebagai konfigurasi implementasi utama
beserta keterbatasan dasar pemilihannya, bukan sebagai hasil optimal dari aturan
seleksi. Evaluasi dilakukan pada tingkat klasifikasi routing dan keluaran sistem
end-to-end.
Pada 249 unit keputusan pengujian, Adaptive Cooperative dengan representasi
temporal menghasilkan System F1 sebesar 0,8993, dibandingkan 0,8873 pada
Device-Only, 0,8705 pada Server-Only, dan 0,8873 pada Static Cooperative.
Dibandingkan Device-Only dan Static Cooperative, peningkatan tersebut disertai
penurunan false positive dari tujuh menjadi dua, sedangkan Recall temporal
sebesar 0,8278 lebih rendah daripada Device-Only sebesar 0,8344. Namun, model
pembanding berbasis frame terkini menghasilkan System F1 lebih tinggi, yaitu
0,9071, dengan offload rate 8,84%, dibandingkan 9,64% pada model temporal. Pada
229 sampel klasifikasi routing, Balanced Accuracy model terpilih masing-masing
sebesar 0,8484 untuk pembanding frame terkini dan 0,7558 untuk model temporal.
Dengan demikian, hasil pengujian tidak menunjukkan keunggulan representasi
temporal terhadap pembanding terlatih berbasis frame terkini. Pengenalan kelas
OFFLOAD pada model temporal masih terbatas, dengan Recall sebesar 0,3636.
Analisis penggunaan fitur pada model terpilih menunjukkan bahwa perubahan
skor kepercayaan pada frame terkini dan frame sebelumnya menjadi fitur yang
paling sering digunakan dalam pemisahan pohon keputusan, meskipun frekuensi
penggunaan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa satu fitur
tersebut menjadi penyebab utama kinerja model.
Implementasi sistem menggunakan Raspberry Pi 3, Raspberry Pi 4B, dan Raspberry
Pi 5. Karakterisasi komunikasi pada lima lokasi menunjukkan Round-Trip Time
(RTT) rata-rata respons yang diterima ke server rumah sebesar 86,631–1.083,848
ms. Kehilangan respons ping mencapai 50,0% pada sesi Jayagiri, sedangkan
kegagalan transfer payload mencapai 50,5% pada sesi Ciwidey. Hasil tersebut
memberikan konteks variasi komunikasi dan tidak diperlakukan sebagai evaluasi
model temporal final pada setiap lokasi. Penelitian tidak menyimpulkan latensi
alarm hingga pengguna atau kinerja simultan model final dari catatan lapangan
historis. Mekanisme keputusan terlatih dapat digunakan untuk menentukan
pemakaian keluaran edge atau verifikasi server, tetapi representasi temporal yang
diuji belum mengungguli pembanding berbasis frame terkini.
Perpustakaan Digital ITB