digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Semikonduktor oksida logam dapat diaplikasikan sebagai material fotokatalis. Peningkatan efektivitas fotokatalitik yang dilakukan dengan cara mencegah rekombinasi pembawa muatan (elektron-hole) menggunakan sambungan (heterojunction) dua semikonduktor merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Semikonduktor TiO2, Mg2SnO4 dan Zn2SnO4 telah berhasil disintesis melalui metode sonokimia berdasarkan hasil karakterisasi X-ray Diffraction (XRD), Difuse Relectant Spectroscopy (DRS), dan Photoluminesence Spectroscopy (PL). Namun, terdapat fasa SnO2 pada Zn2SnO4 hasil sintesis dengan fraksi volum Zn2SnO4-SnO2 (3:2). Selanjutnya, sintesis material komposit TiO2/M2SnO4 (M = Mg, Zn) dilakukan melalui reaksi fasa padat pada 500 oC dengan variasi waktu pemanasan. Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan menggunakan dua jenis zat warna, yaitu Metilen Biru (MB, C16H18N3SCl, pKa 3,8) dan Metil Merah (MR, C15H15N3O2, pKa 5,1) di bawah sinar UV (350 nm). Selanjutnya, aktivitas fotokatalitik dievaluasi menggunakan konstanta laju reaksi orde satu dan diperoleh nilai k yang berbeda untuk aktivitas senyawa yang sama terhadap degradasi MB dan MR. Nilai k paling tinggi ditunjukkan oleh TiO2 untuk degradasi MB sebesar 0,055 menit–1 dan untuk degradasi MR sebesar 0,034 menit–1 . Dari hasil tersebut, suatu fakta yang menarik bahwa pembentukan sambungan (heterojunction) dua semikonduktor besar (bulk) ternyata menjadi suatu kendala lain bagi mobilisasi elektron-hole untuk terpisah menuju permukaan fotokatalis.