COVER Gregory Orville Exaudy Panjaitan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Gregory Orville Exaudy Panjaitan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Sektor industri tekstil telah menyebabkan hingga 20% total pencemaran air
secara global, di mana salah satu limbah dominannya berupa zat pewarna.
Pemanfaatan teknologi fotokatalis dalam hal ini hadir sebagai pendekatan potensial
yang sedang dikembangkan untuk mampu mendegradasi senyawa pewarna organik
secara efektif tanpa mengemisikan polutan tambahan, di mana salah satu material
yang menjanjikan adalah nanopartikel timah dioksida (SnO2-NP). Adapun metode
sintesis SnO2-NP konvensional masih membutuhkan energi secara intensif, mahal,
dan menghasilkan emisi tambahan, sehingga timbul urgensi untuk mengembangkan
metode sintesis yang lebih ramah lingkungan namun tetap menjaga efektivitas.
Penelitian ini dilakukan untuk mensintesis SnO2-NP melalui metode sintesis hijau
menggunakan ekstrak Chlorella vulgaris, serta menganalisis pengaruh variasi
konsentrasi prekursor terhadap karakteristik dan aktivitas fotokatalitiknya. C.
vulgaris dikultivasi menggunakan medium GrowMore dalam fotobioreaktor
tubular vertikal. Ekstrak C. vulgaris kemudian dimanfaatkan sebagai agen penstabil
dan penutup dalam tahap sintesis SnO2-NP pada suhu 65°C, pH 5, pengadukan 100
rpm dengan variasi konsentrasi prekursor SnCl2.2H2O 0,3 M, 0,4 M, dan 0,5 M.
Parameter yang dianalisis berupa laju penyerapan karbondioksida (CO2) oleh C.
vulgaris, perolehan aktual serta perolehan basis biomassa, jenis ikatan nanopartikel,
energi band-gap, distribusi ukuran partikel, persentase degradasi serta konstanta
laju degradasi, yang ditentukan melalui metode titrasi Walkley-Black, Fourier
Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Ultraviolet-Visible (UV-Vis)
Spectroscopy, Particle Size Analyzer (PSA), dan uji fotodegradasi Methylene Blue.
Hasil menunjukkan bahwa C. vulgaris hasil kultivasi memiliki laju penyerapan CO2
sebesar 0,027 g/L/hari. Perolehan SnO2-NP aktual tertinggi diperoleh pada variasi
konsentrasi prekursor 0,5 M sebesar (0,136±0,008) g dan perolehan basis biomassa
sebesar (0,227±0,013) g/g biomassa. Analisis FTIR menunjukkan adanya ikatan
timah-oksida dalam produk sintesis pada wavenumber 568,65 cm-1. Analisis
spektroskopi UV-Vis menunjukkan nilai band-gap berada pada rentang 3,808-
4,066 eV. Analisis PSA menunjukkan bahwa distribusi ukuran partikel SnO2 berada
pada rentang 57,35-79,59 nm. Hasil uji fotodegradasi menunjukkan aktivitas
fotokatalitik tertinggi dengan %degradasi sebesar (72,88± 3,5)% dan konstanta laju
degradasi sebesar (0,0066± 0,0004) menit-1. Penelitian ini menunjukkan bahwa
konsentrasi prekursor mampu mempengaruhi karakteristik dan aktivitas
fotokatalitik SnO2-NP, serta membuktikan C. vulgaris sebagai kandidat biomassa
yang potensial untuk pengembangan metode sintesis hijau SnO2-NP lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB