COVER Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Muhammad Tondi Mulia Lubis
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan
Pencemaran air oleh limbah tekstil yang mengandung zat warna sintetis mendorong
pengembangan material fotokatalis untuk pengolahan limbah cair. Nanopartikel tembaga
oksida (CuO-NPs) merupakan material semikonduktor yang berpotensi digunakan untuk
mendegradasi polutan organik, seperti metilen biru. Penelitian ini bertujuan untuk
mensintesis CuO-NPs melalui pendekatan sintesis hijau menggunakan ekstrak Chlorella
vulgaris serta mengevaluasi pengaruh pH sintesis terhadap karakteristik dan aktivitas
fotokatalitiknya. Chlorella vulgaris dikultivasi menggunakan medium Growmore dalam
Tubular Vertical Photobioreactor (T-PBR). Ekstrak biomassa yang diperoleh digunakan
sebagai agen bioreduktor dan penstabil dalam sintesis CuO-NPs menggunakan larutan
prekursor CuSO4 0,020 M pada suhu 60°C selama 2 jam dengan variasi pH sintesis 8, 9, dan
10. Karakterisasi CuO-NPs dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared
Spectroscopy (FTIR), Particle Size Analyzer (PSA), dan Ultraviolet-Visible (UV-Vis)
Spectroscopy, Sedangkan analisis performa fotokatalis dengan uji fotodegradasi metilen biru
berdasarkan model kinetika pseudo-first-order. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Chlorella vulgaris memiliki laju penyerapan CO2 sebesar 0,027 g/l/hari yang menunjukkan
potensi pemanfaatannya sebagai biomassa untuk sintesis hijau nanopartikel. Perolehan CuO-
NPs tertinggi diperoleh pada pH 9 dengan perhitungan basis absolut sebesar 0,15±0,03 g dan
basis biomassa 0,75±0,16 g/g biomassa. Analisis FTIR mengidentifikasi gugus fungsi
organik dan ikatan Cu–O pada produk sintesis, sedangkan analisis PSA untuk seluruh variasi
menunjukkan distribusi ukuran partikel pada rentang 25,33–234,83 nm. Hasil UV-Vis untuk
seluruh variasi menunjukan energi celah pita berada pada rentang 1,91-2,8 Ev. Pada Uji
fotodegradasi menunjukkan bahwa sampel pH 8 menghasilkan konstanta laju degradasi
tertinggi sebesar 0,0054 menit-1
dan menghasilkan persentase degradasi sebesar 49%
terhadap pewarna metilen biru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH sintesis
mempengaruhi karakteristik dan aktivitas fotokatalitik CuO-NPs yang dihasilkan, sedangkan
pemanfaatan Chlorella vulgaris memberikan nilai tambah lingkungan sebagai biomassa
penyerap CO2 dan agen biologis dalam sintesis hijau CuO-NPs.
Perpustakaan Digital ITB