Vinil trietoksisilan (VTES) merupakan salah satu prekusor organosilan yang berpotensi dikembangkan karena memiliki gugus vinil (-CH=CH2) yang tetap berada pada permukaan silika setelah proses hidrolisis dan kondensasi. Keberadaan gugus vinil tersebut meningkatkan sifat hidrofobik material serta menyediakan situs reaktif yang dapat dimodifikasi lebih lanjut melalui reaksi polimerisasi maupun reaksi adisi. Pada penelitian ini silika termodifikasi vinil disintesis dari prekursor VTES dan tetraetil ortosilikat (TEOS). Proses sintesis dilakukan melalui tiga metode, yaitu menggunakan VTES dan TEOS dalam pelarut toluena (Metode I), VTES dalam pelarut toluena (Metode II), dan VTES dalam pelarut etanol (Metode III). Seluruh produk yang terbentuk berwujud padatan halus. Karakterisasi material hasil sintesis dilakukan menggunakan mikroskop optik, Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM), uji kualitatif vinil dengan larutan iodin, pengukuran sudut kontak, uji kelarutan, dan Thermogravimetric Analysis (TGA). Sintesis silika termodifikasi vinil menggunakan metode III mempunyai karakteristik yang paling baik dengan
nilai sudut kontak 125,9° dan kelarutan terendah dalam berbagai pelarut. Sintesis silika
termodifikasi vinil pada metode III berhasil dilakukan dengan munculnya puncak serapan C=C
pada bilangan gelombang 1606 cm-1, Si-O-Si pada bilangan gelombang 1035–1120 cm?1 dan
C-H alifatik pada bilangan gelombang 2922 cm?1 dan 2980 cm???? pada spektrum FTIR. Hasil SEM menunjukkan silika belum homogen dengan ukuran diameter silika sebesar 1,63–2,37
?m. Uji kualitatif melalui reaksi adisi alkena menggunakan I2 mengonfirmasi keberadaan
gugus vinil di produk silika termodifikasi vinil yang dihasilkan. Hasil TGA menunjukkan
penurunan massa pada suhu 700 ? yang mengindikasikan adanya dekomposisi gugus organik,
sehingga mengonfirmasi keberhasilan modifikasi permukaan silika dengan VTES.
Perpustakaan Digital ITB