abstrak_ Kemal Akbar Mahesa [13322068]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar Indonesia mendorong kebutuhan sistem pengontrolan sinyal adaptif yang mampu merespons dinamika permintaan secara simultan pada banyak persimpangan. Salah satu pendekatan menjanjikan adalah reward eksponensial adaptif berbasis parameter ? hasil crossover Macroscopic Fundamental Diagram (MFD), yang sebelumnya efektif pada jaringan berskala kecil. Penelitian ini mengevaluasi transferabilitas metodologi tersebut ke jaringan Kota Surabaya yang jauh lebih besar, menggunakan algoritma Independent Proximal Policy Optimization (IPPO) yang lebih stabil untuk kasus multi-agent berskala besar.
Simulasi dijalankan menggunakan Eclipse SUMO dengan rute hasil kalibrasi data SCATS Kota Surabaya. Empat varian reward dievaluasi: IPPO-Pressure, IPPO-Queue, IPPO-Exponent, dan IPPO-Fixed-Weight dengan beberapa variasi bobot. Tiga metode konvensional Uniform Fixed-Time, Webster, dan Max-Pressure menjadi pembanding, dengan Max-Pressure sebagai baseline utama pada throughput 129.725 kendaraan.
Analisis MFD IPPO-Pressure dan IPPO-Queue mengungkap titik crossover pada ???????? = 7,69 kendaraan/km, menghasilkan ? ? 0,0901 km/kendaraan. Dominasi kedua reward dasar bersifat non-monotonik terhadap kepadatan, yakni sinyal antrean lebih efektif pada rezim rendah, pressure sedikit unggul pada rezim menengah, dan keduanya konvergen pada rezim tinggi. IPPO-Exponent menghasilkan throughput 118.021 kendaraan atau 9,02% di bawah Max-Pressure, menunjukkan keterbatasan fungsi eksponensial berparameter tunggal ? mengakomodasi ketiga rezim sekaligus.
Eksplorasi fixed-weight pada rentang queue-dominant menghasilkan pola U-terbalik terhadap ????????, dengan optimum pada konfigurasi ???????? = 0,10; ???????? = 0,90. Konfigurasi ini mencapai throughput 145.295 kendaraan atau peningkatan 12,00% dibandingkan Max-Pressure, sekaligus mempertahankan prioritas reduksi antrean dan sensitivitas downstream melalui bobot pressure kecil. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian struktur reward dengan karakteristik empiris jaringan target sebelum transfer metodologi antar-studi.
Perpustakaan Digital ITB