digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Irvan Abdul Aziz
Terbatas  D. Budina
» Gedung UPT Perpustakaan

Aliran fluida transien erat kaitannya dengan suatu fenomena kenaikan tekanan yang disebut dengan istilah water hammer. Fenomena water hammer ini akan sangat berbahaya dan bisa merusak komponen perpipaan apabila tidak diperhatikan dengan serius. Water hammer dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya penutupan katup dan pompa yang mati tiba-tiba. Salah satu cara untuk mengetahui lebih dalam tentang fenomena water hammer ini adalah dengan melakukan pengujian laboratorium. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengujian pada alat bernama Pipe Surge/Water Hammer. Kemudian, akan dilakukan simulasi menggunakan perangkat lunak bernama Bentley Hammer V8i. Perangkat lunak ini menggunakan metode karakteristika dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan aliran transien pada suatu sistem perpipaan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan dua buah sensor. Sensor 1 dan sensor 2 terletak 20 cm dan 120 cm dari katup solenoid. Dari hasil pengujian, untuk sensor 1, didapatkan nilai tekanan maksimum sebesar 128.472 Pa dan tekanan minimum sebesar -18.040 Pa. Sedangkan, untuk sensor 2, didapatkan nilai tekanan maksimum sebesar 128.472 Pa dan minimum sebesar -18.444 Pa. Kemudian, dari hasil simulasi didapatkan nilai tekanan maksimum sebesar 148.698 Pa dan minimum -97.769 Pa untuk sensor satu. Sedangkan, untuk sensor 2 didapatkan nilai tekanan maksimum sebesar 111.047 Pa dan nilai tekanan minimum sebesar -65.059 Pa.